SEJARAH KOTA SERANG
Kota Serang, yang resmi berdiri pada 10 Agustus 2007 hasil pemekaran Kabupaten Serang, berakar dari kejayaan Kesultanan Banten abad ke-16. Sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan maritim internasional masa lalu, kota ini memiliki situs sejarah penting seperti Keraton Surosowan dan Benteng Speelwijk. Serang merupakan perpaduan budaya Sunda Banten dan Jawa Serang.
Sejarah dan Asal-Usul Kota Serang :
Zaman Kesultanan Banten : Sejak abad ke-16, wilayah ini merupakan pusat perdagangan dan kebudayaan yang ramai dikunjungi pedagang Arab, Tiongkok, dan Eropa.
Tokoh Penting: Sultan Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati, adalah pendiri Kesultanan Banten yang berpusat di wilayah ini.
Nama "Serang" diperkirakan berasal dari bahasa Sunda yang berarti sawah, merujuk pada area persawahan yang dilewati Sunan Gunung Jati saat berdakwah, atau merujuk pada pemukiman yang terbentuk berkelompok (Jawa Banten).
Peninggalan Sejarah : Beberapa situs penting antara lain Keraton Surosowan, Danau Tasikardi, dan Benteng Speelwijk.
Pemekaran Kota : Kota Serang resmi menjadi kota otonom pada 10 Agustus 2007 (diresmikan 2 November 2007) dan menjadi ibukota Provinsi Banten, terdiri dari 6 kecamatan: Serang, Kasemen, Walantaka, Curug, Cipocok Jaya, dan Taktakan.
Saat ini, Kota Serang dikenal sebagai pusat kebudayaan Sunda Banten dan Jawa Serang, serta berperan strategis sebagai jalur utama penghubung Jawa-Sumatera.
Sumber : Wikipedia
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG