04 Jun 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG – Setelah menemani Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Perumdam Tirta Madani dengan PT. Jaya Dinasty Indonesia (JDI) tentang Penjualan Air Secara Curah (Bulk) bertempat di loby Wali Kota Serang, Lt. 2, Rabu, 3 Juni 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin mengatakan, Langkah progresif Perumdam Tirta Madani dalam menggandeng sektor industri mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Serang. Kerja sama murni berbasis Business-to-Business (B2B) antara Perumdam Tirta Madani dengan PT Jaya Dinasti Indonesia (JDI) dinilai sebagai bukti nyata kesiapan Kota Serang dalam memfasilitasi gelombang investasi yang masuk, khususnya di kawasan industri Kecamatan Kasemen.

 Pemerintah daerah menegaskan bahwa kehadiran investor tidak hanya disambut di atas kertas, melainkan harus dibarengi dengan kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) yang krusial di lapangan.
 Infrastruktur Air.

Dikatakan Nanang,  Kebutuhan operasional industri di wilayah Kasemen diproyeksikan memerlukan pasokan air bersih hingga (60 L/detik). Pemkot Serang memandang kebutuhan ini sebagai peluang strategis yang harus difasilitasi secara mandiri oleh instansi milik daerah, bukan dibiarkan mencari alternatif mandiri yang berpotensi merusak lingkungan.

 "Sebagai daerah industri, sarana dan prasarana khususnya masalah air adalah hal yang sangat krusial bagi sebuah perusahaan. Kita tidak boleh hanya mengatakan siap menerima investasi dari luar, tetapi tidak menyiapkan sarprasnya. Di sinilah pemerintah daerah hadir memfasilitasi melalui Perumdam Tirta Madani," tegas Nanang 

Lebih lanjut, Nanang menjelaskan bahwa  Kerja sama ini dipandang sebagai bentuk simbiosis mutualisme. Di satu sisi, PT JDI mendapatkan kepastian pasokan air bersih standar industri untuk kelancaran produksinya. Di sisi lain, Perumdam Tirta Madani selaku BUMD mendapatkan potensi profit dan optimalisasi aset yang akan kembali menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membiayai pembangunan kota.
 
 Selain aspek ekonomi dan bisnis, kebijakan menyuplai air bagi industri melalui Perumdam Tirta Madani membawa misi ekologis yang sangat penting bagi masyarakat Kasemen. Sudah menjadi rahasia umum bahwa karakteristik air bawah tanah di sebagian wilayah Kasemen memiliki kualitas yang kurang ideal—atau dalam bahasa lokal Serang dikenal dengan istilah "Anta" (payau).

 Dengan mengalihkan pemenuhan kebutuhan industri ke air permukaan (air sungai) yang diolah secara profesional oleh Perumdam, pemerintah daerah berhasil memitigasi dua masalah sekaligus, yaitu 
 Mencegah Kerusakan Lingkungan dengan Menghindari eksploitasi air tanah secara masif oleh pihak industri yang dapat memperparah penurunan permukaan tanah (land subsidence) serta  Melindungi Konsumsi Warga dengan Memastikan sumur-sumur pemukiman warga sekitar tidak semakin terdampak atau mengalami intrusi air laut yang lebih parah.

 "Kebutuhan industri dipenuhi dari air permukaan yang dikelola dengan baik oleh Perumdam, bukan mengambil air bawah tanah pemukiman. Ini solusi yang aman untuk ekosistem lingkungan di Kasemen," tambah Nanang.
 
 Secara makro, lanjut Nanang kolaborasi B2B ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Serang dalam melakukan optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya di sektor pembangunan infrastruktur. Ditanya mengenai detail nilai investasi dan target Corporate Social Responsibility (CSR) atau pembagian keuntungan (revenue sharing), pihak pemda menyerahkan kalkulasi teknis dan operasional sepenuhnya kepada Direktur Perumdam Tirta Madani untuk dihitung secara rigid dan akuntabel.

" Melalui sinergi yang sehat antara pemerintah, BUMD, dan swasta, Kecamatan Kasemen tidak hanya bersiap menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kota Serang, tetapi juga menjadi model kawasan industri yang tumbuh secara berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berdampak positif bagi kesejahteraan sosial masyarakat sekitar," jelasnya

 

Sementara itu,  Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang, M. Arif Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya segera memulai proyek suplai air bersih untuk sektor industri, salah satunya PT JDI. Kolaborasi strategis ini diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan daerah hingga miliaran rupiah secara bertahap.
 
 Proyek komersial ini didesain secara cermat guna menyesuaikan fase konstruksi dan kebutuhan riil industri. Arif merinci bahwa pada tahap awal selama tiga bulan pertama, Tirta Madani akan menyalurkan minimal 500 kubik air per bulan. Dengan tarif kerja sama sebesar Rp7.000 per kubik, perusahaan ditargetkan mengantongi pendapatan awal sekitar Rp35 juta per bulan. Kemudian, kata dia  Memasuki bulan keempat, volume suplai akan melonjak tajam.

 "Estimasi kami untuk empat bulan berikutnya naik menjadi sekitar 2.500 kubik per bulan," ujar Arif.

 Ekspansi ini tidak berhenti di sana. Dalam rencana strategis lima tahun ke depan, kapasitas total suplai ditargetkan mencapai 60 liter per detik (60  L/detik).

"Bisa jadi dengan rencana suplai 10.000 kubik per bulan, kita akan mendapatkan pendapatan hampir Rp1 miliar dari penjualan ini. Semua bergerak bertahap sesuai permintaan industri," tambahnya optimistis.
 
 Arif Setiawan dengan tegas menepis kekhawatiran tersebut. Ia memastikan bahwa operasional di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Banten sangat mumpuni. Saat ini, IPA Banten memiliki desain kapasitas sebesar 40 L/detik). Sementara itu, kebutuhan untuk mengcover 2.000 Sambungan Rumah (SR) atau Kepala Keluarga (KK) saat ini hanya menghabiskan (10 L/detik)

"Masyarakat tidak perlu khawatir, layanan eksisting sudah tercover sepenuhnya. Kita masih punya idle capacity (kapasitas menganggur) sekitar (20 L/detik). Sisa inilah yang sementara kita optimalkan untuk mensubsidi atau mensuplai kebutuhan PT JDI," jelasnya meluruskan. Air yang digunakan pun merupakan air permukaan (air sungai) yang diolah secara higienis, bukan menyedot air tanah dangkal milik warga.

 Menghitung Hari Menuju Eksekusi Fisik
 Secara regulasi, Perumdam Tirta Madani telah bergerak cepat sejak tahun lalu. Proses legalitas, kerja sama dengan pemerintah, bagian hukum, hingga perizinan melalui sistem digital Online Single Submission (OSS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) hampir rampung seluruhnya.

 "Perizinan formal di PTSP tinggal menyisakan satu kelengkapan dokumen saja. Insyaallah bulan ini selesai," kata Arif.

 Begitu lampu hijau dari PTSP terbit, Tirta Madani akan langsung menggenjot pekerjaan fisik di lapangan, mulai dari pemasangan jaringan pipa baru hingga pengaliran air resmi dimulai. Menariknya, sistem kerja sama ini menggunakan skema cash-by-flow yang sehat bagi korporasi: air mengalir, arloji meter berputar, pembayaran baru ditagihkan.

 Langkah progresif Perumdam Tirta Madani ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Kota Serang. Selain membuktikan bahwa infrastruktur daerah siap menyokong industrialisasi modern, proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana aset daerah bisa dioptimalisasi demi mendatangkan profit, tanpa mengorbankan hak dasar air bersih bagi warga masyarakat.

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Madani Kota Serang tengah bersiap mengambil langkah besar dalam memperluas jangkauan bisnisnya. Tidak hanya fokus pada pelayanan domestik, badan usaha milik daerah ini kini membidik sektor industri sebagai mesin pertumbuhan pendapatan baru yang sangat menjanjikan. ( HS/RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang,Wali Kota Serang ,Sekretaris Daerah Kota Serang,Perumdam Tirta Madani,Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Share: