16 Apr 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG– Dua bulan menjelang Iduladha 2026, Pemkot Serang tancap gas. Wali Kota Serang Budi Rustandi membentuk Satgas lintas sektor untuk menjamin kesehatan hewan kurban dan kelayakan Rumah Potong Hewan (RPH) Trondol.

Langkah ini diambil di tengah keterbatasan APBD 2026. Budi mengakui pembangunan total RPH belum bisa dieksekusi tahun ini karena banyak penyesuaian anggaran. 

“Nanti insyaallah akan saya sidak ya, seperti apa kondisinya. Tapi yang pasti, di anggaran 2026 ini tidak ada, karena kita mengalami banyak pengurangan anggaran,” kata Budi kepada awak media.

Sebagai solusi taktis, Pemkot akan menggelontorkan dana pemeliharaan untuk perbaikan sementara RPH Trondol. Targetnya, fasilitas tetap layak beroperasi saat lonjakan pemotongan hewan kurban terjadi. 

“Insyaallah 2027 akan saya anggarkan untuk dibangun permanen, modern, dan komprehensif. Sekarang kita harus pilah-pilih dengan keterbatasan anggaran,” tegas Budi.

Ia juga menjelaskan bahwa Fokus utama Satgas nanti adalah mencegah penyakit zoonosis. Budi mengarahkan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan Dinas PU berkolaborasi menyisir lapangan. Dinkes dan Pertanian memastikan kesehatan hewan, sementara PU membenahi infrastruktur sanitasi pendukung. 

“Nanti dari Dinkes dan Pertanian akan kolaborasi agar penanganan ini pas. Termasuk PU. Kasatgasnya sekarang saya perintahkan di sana,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat DKPPP Kota Serang, Handriyan Mungin mengatakan RPH yang jadi satu-satunya di Kota Serang ini digerakkan 12 petugas bersertifikat Juru Sembelih Hewan (Juleha), mulai dari Kepala UPT hingga bagian handling dan keamanan.

“SDM kita alhamdulillah semua sudah tersertifikasi. Mereka sudah punya sertifikat Juleha. Jadi bisa menyembelih secara halal,” kata Handriyan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dengan Lokasinya yang strategis membuat RPH Trondol tak hanya melayani warga Serang. Peternak dari Cilegon dan Pandeglang rutin memotong hewan di sini. 

“Kelebihan kita prosesnya cepat dan sudah punya sertifikasi. Tempatnya strategis, Kota Serang penduduknya banyak, konsumsi daging juga tinggi. Jadi Cilegon pun datang ke sini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendriyan mengingatkan RPH Trondol sudah mengantongi dua sertifikat kunci: sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Kedua sertifikat ini jadi jaminan mutu daging ke masyarakat. Dalam waktu dekat, RPH akan diaudit ulang oleh provinsi untuk memastikan NKV tetap layak. 

“Petugas kami sudah diingatkan untuk menyiapkan semua keperluan audit NKV. Nanti dicek lagi apakah RPH ini masih layak atau tidak,” ujar Handriyan.

Berkenaan dengan Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), lanjut dia sudah diperketat jelang Iduladha. Total DKPPP Kota Serang punya 5 dokter hewan. Saat Iduladha, kelimanya diterjunkan menyisir lapak-lapak penjualan hewan kurban se-Kota Serang guna memastikan hewan bebas penyakit dan layak kurban.

"RPH Trondol siap jadi pusat penyembelihan kurban Kota Serang tahun ini. Dengan 12 petugas bersertifikat Juleha, sertifikat halal, NKV, dan pengawasan 5 dokter hewan, warga diharapkan tenang saat mengonsumsi daging kurban," pungkas Handriyan.

Perlu disampaikan bahwa dengan adanya keberadaan Satgas yang dibentuk dan kesiapan RPH Trondol, Pemkot Serang menegaskan: keselamatan pangan warga saat Iduladha 2026 tetap jadi prioritas nomor satu, meski anggaran terbatas.

(BHS)

Keyword:

pemkot serang,Wali Kota Serang ,Budi Rustandi

Share: