10 Jun 2026
WIB
Berita Pemerintah

 KOTA SERANG – Kota Serang bersiap melepas wajah lamanya dan menyambut sebuah era baru. Sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, kota ini akan segera memiliki ikon megah yang dinantikan oleh seluruh warganya. Langkah besar ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Penataan Alun-Alun Kota Serang yang berlangsung di Aula Lantai 1 Setda Kota Serang, Selasa (9/6/2026).

 Ada yang berbeda dalam rapat koordinasi kali ini. Antusiasme yang tinggi dari Wali Kota Serang, Budi Rustandi, membuat lokasi rapat mendadak dialihkan agar ia bisa ikut membersamai dan memantau langsung progres rencana besar ini.
 
 Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, menegaskan bahwa penataan ruang publik legendaris ini tidak akan menunda-nunda waktu lagi dan mulai dikerjakan pada bulan ini. Proyek monumental ini direncanakan memakan waktu pengerjaan selama 6 bulan dengan membagi area Alun-Alun menjadi Zona 1 hingga Zona 4.

 "Rapat koordinasi ini bagian daripada penguatan lintas sektoral dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sehingga sinergi dan kolaborasi tercapai sesuai dengan komitmen," ujar Iwan.

 Iwan menguraikan target berkala yang cukup agresif demi memastikan proyek berjalan tepat waktu. Pada bulan pertama, fokus akan diarahkan pada persiapan dan pekerjaan awal di seluruh kawasan (Zona 1-4) dengan target progres 10 persen. Memasuki bulan kedua, pengerjaan akan langsung menyasar infrastruktur dasar dan struktur bawah dengan target capaian 25 persen.

 "Kami berharap proses penataan berjalan sesuai rencana dan target, sehingga proses launching bisa tepat waktu dan Kota Serang sah memiliki ikon yang membanggakan sebagai Ibu Kota Provinsi," tambahnya penuh optimisme.
 
 Proyek ini bukan sekadar perbaikan fasilitas biasa, melainkan sebuah pertaruhan harga diri Kota Serang sebagai pusat peradaban di Banten. Menyadari sempitnya waktu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memberikan arahan yang membakar semangat sekaligus tegas. Ia menegaskan tidak boleh ada ego sektoral maupun hambatan birokrasi yang memperlambat proyek ini.

 Secara khusus, Budi menginstruksikan Bapenda, Dishub, dan PUPR untuk bergerak cepat dalam mengamankan aset di lapangan serta memperketat pengawasan.

 “Jangan tunggu besok. Hari ini koordinasikan!” tegas Budi Rustandi, memberikan sinyal bahwa Pemkot Serang sedang berpacu dengan waktu.

 Tidak hanya masalah teknis konstruksi, faktor keamanan wilayah juga menjadi sorotan utama orang nomor satu di Kota Serang tersebut. Budi memerintahkan para Camat dan Lurah untuk turun ke masyarakat dan memastikan kawasan Alun-Alun bersih dari segala bentuk praktik premanisme. 

Langkah ini krusial agar para pengusaha, pekerja, dan masyarakat luas merasa aman selama proses transformasi berlangsung.

 Lebih dari sekadar tempat rekreasi, proyek ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menjadi legasi sejarah yang membanggakan bagi generasi mendatang.

 Di akhir arahannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat beserta aparat Kepolisian untuk bersatu padu mengawal pembangunan ini.

 “Ini waktunya kita wujudkan impian Kota Serang. Ketika semua bersatu, sejarah bisa kita ciptakan,” pungkasnya optimistis.

Perlu disampaikan bahwa  Target Pemkot Serang sudah bulat: Desember 2026, ikon baru Alun-Alun Kota Serang harus sudah di-launching. ( HS /RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang,Wali Kota Serang ,DPUPR Kota Serang,Pembangunan Infrastruktur

Share: