05 Sep 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang tahun 2026 menjadi momentum Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk memperkuat sinergi dengan organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.

Melalui Prokopim Setda Kota Serang, Pemkot Serang menggelar sarasehan bersama organisasi mahasiswa (Ormawa) di Teater Koffie, Kampung Katulisan, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kota Serang, tetapi juga dijadikan ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, masukan, dan gagasan secara langsung kepada pemerintah.

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, keterlibatan mahasiswa dan masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan Kota Serang berjalan sesuai kebutuhan warga.

Menurutnya, sarasehan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkot Serang dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.

“Ini mungkin baru pertama kali di Kota Serang pemerintah memfasilitasi teman-teman mahasiswa untuk menyalurkan aspirasinya, berdiskusi dengan pemerintah, serta membantu saya dalam pengawasan pembangunan di Kota Serang,” ujar Budi dalam sambutannya.

Ia menilai, masukan dari mahasiswa dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Budi menegaskan, pembangunan Kota Serang tidak mungkin berjalan optimal hanya dengan mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat, termasuk mahasiswa, dibutuhkan sebagai bagian dari kontrol sosial sekaligus mitra pemerintah.

“Tanpa teman-teman mahasiswa, tanpa dukungan dari masyarakat, Kota Serang saya rasa jauh daripada kesuksesan,” katanya.

Karena itu, Budi meminta agar ruang dialog yang telah dibuka dapat dimanfaatkan secara maksimal. Ia berharap penyampaian aspirasi dilakukan secara dewasa, terarah, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Ini semua bentuk partisipasi dari Pemerintah Kota Serang agar ketika teman-teman menyampaikan aspirasi bisa langsung tersampaikan dengan baik,” ujarnya.

Budi juga membuka peluang agar aspirasi yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dapat dibahas lebih lanjut dalam forum pemerintah.

Ia bahkan meminta peserta sarasehan untuk tidak hanya menyampaikan aspirasi secara umum, tetapi langsung berdiskusi dengan perangkat daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Setelah saya bicara, kita langsung berdiskusi. Di sini hadir semua OPD yang ada di Kota Serang. Ada DPRD juga yang mewakili, lengkap. Jadi bisa langsung tanya,” tutur Budi.

Kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) dan unsur DPRD Kota Serang dalam forum tersebut, menurut Budi, diharapkan mampu membuat dialog menjadi lebih konkret. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat langsung diarahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan sesuai persoalan yang dibahas.

Ia menyebut, DPRD juga memiliki peran penting dalam fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kota Serang.

“Ini semua demi keberlangsungan dan keberlanjutan pembangunan yang ada di Kota Serang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi turut menyinggung pola penanganan persoalan masyarakat yang menurutnya kini diarahkan agar lebih cepat dan responsif.

Ia mencontohkan penanganan rumah warga yang roboh. Menurut Budi, jika sebelumnya masyarakat harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan dukungan anggaran pembangunan kembali, Pemkot Serang kini berupaya mempercepat proses penanganannya.

“Dulu rumah roboh itu harus menunggu satu tahun baru diberikan anggarannya untuk pembangunan. Di era Budi dan Agis itu langsung. Saya sendiri yang menyerahkan,” ungkapnya.

Budi mengatakan, pola kerja cepat tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan yang lebih responsif terhadap persoalan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus berani melakukan terobosan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Saya suka melakukan hal yang tidak biasa agar hasilnya luar biasa,” ucapnya.

Sarasehan HUT ke-19 Kota Serang tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi antara mahasiswa, Pemkot Serang, OPD, dan unsur DPRD. Forum ini diharapkan menjadi ruang komunikasi yang konstruktif sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam mengawal pembangunan Kota Serang.

Momentum HUT ke-19 pun tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia Kota Serang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat budaya dialog, transparansi, pengawasan publik, dan kolaborasi menuju pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. ( HS/RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang ,Wali Kota Serang,Prokopim Setda Kota Serang,HUT Ke 19 Kota Serang,aspirasi mahasiswa Kota Serang

Share: