21 Apr 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG – Wajah Ibu Kota Provinsi Banten, Kota Serang, dipastikan bakal semakin mulus. Di bawah komando Wali Kota Serang, Budi Rustandi, Pemerintah Kota tengah tancap gas menuntaskan proyek strategis infrastruktur guna menjamin kenyamanan dan konektivitas warga.

 Langkah taktis ini merupakan buah manis dari arahan strategis Gubernur Banten, Andra Soni, yang menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov dan Pemkot dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas bagi masyarakat.

 Pada Senin (20/4), Budi Rustandi didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, melakukan aksi "turun gunung" dengan meninjau langsung progres pembangunan di empat titik kunci yang tersebar dari Kecamatan Walantaka hingga Taktakan.

 "Perbaikan infrastruktur ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan program prioritas skala besar dalam APBD 2026 demi mendongkrak ekonomi rakyat," tegas Budi di sela-sela peninjauannya.

 Adapun rincian proyek yang ditinjau meliputi:
 Walantaka: Ruas jalan perbatasan Kebon Sawo menuju Pedalih sepanjang 800 meter dengan anggaran Rp1,6 miliar.

 Kasemen (Kampung Kronjen): Fokus pada perbaikan akses pemukiman dan Jalan Angsana - Bojong Katulisan: Hasil kolaborasi cerdas melalui dana CSR perusahaan.

 Taktakan (Kampung Rancapuluh): Penanganan banjir dan perbaikan jalan mulai dari area RS Fatimah hingga Jalan Takari.
 
 Keberhasilan percepatan ini tak lepas dari skema pembiayaan yang variatif. Untuk kawasan Taktakan, Pemkot Serang memanfaatkan alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Banten dengan nilai investasi berkisar antara Rp2,4 miliar hingga Rp7 miliar.

 Dukungan penuh dari Gubernur Andra Soni dalam penyaluran Bankeu ini menjadi "darah segar" untuk menghubungkan jalan-jalan di wilayah perbatasan yang selama ini sulit dijangkau.
 
 Tak hanya bicara kuantitas, Budi Rustandi memberikan peringatan keras kepada para kontraktor. Ia menginstruksikan pengawasan ketat di 17 titik prioritas tahun ini agar seluruh pengerjaan mengikuti spesifikasi teknis (spek) yang ketat.

 "Saya perintahkan Kadis PUPR, jangan lakukan pembayaran kalau hasilnya melenceng dari spek! Kita ingin kualitas beton yang tahan lama, bukan sekadar jadi," tegasnya sebagai upaya preventif menghindari temuan hukum di masa depan.

Budi juga mengungkapkan Pemkot Serang menargetkan penuntasan infrastruktur ini akan terus berlanjut secara bertahap hingga tahun 2027. Bagi warga yang wilayahnya belum tersentuh, kata Budi pemerintah meminta kesabaran karena perencanaan telah matang dan eksekusi akan dilakukan secara berkeadilan.

"Dengan kolaborasi kuat antara Kota dan Provinsi, mimpi masyarakat Serang memiliki jalan mulus tanpa lubang kini tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan," pungkasnya

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Serang, mengungkapkan bahwa berkat masifnya pembangunan, persentase jalan rusak di Kota Serang kini hanya menyisakan sekitar 12 persen.

 "Ruas jalan seperti di Kebon Sawo yang dulu hanya jalan rintisan program TMMD, kini kita tingkatkan menjadi beton berkualitas. Kami optimis akses kesehatan, pendidikan, dan ekonomi warga akan melesat," ujar Iwan.

(HS/Red)

Keyword:

pemkot serang,Wali Kota Serang ,Budi Rustandi,Provinsi Banten,Gubernur Banten, Andra Soni, Infrastruktur Kota,Program Prioritas,Kepala Dinas PUPR, Iwan Sunardi,Walantaka,Kasemen, Taktakan,Bantuan Keuangan,CSR Perusahaan

Share: