14 Aug 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG – Wajah kawasan Pasar Lama Kota Serang bakal berubah. Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tengah menyiapkan konsep penataan besar-besaran yang diarahkan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai sentral ekonomi baru Kota Serang.

Tak sekadar merevitalisasi pasar, penataan Pasar Lama akan mengintegrasikan kawasan perdagangan dengan Royal Baroe dan Alun-Alun Kota Serang. Konsep tersebut mencakup pembangunan gedung parkir, pedestrian yang saling terhubung, ruang terbuka, hingga fasilitas komersial dan olahraga.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan konsep tersebut merupakan arahan langsung Wali Kota Serang Budi Rustandi.

“Pak Wali tadi secara khusus memerintahkan kepada DiskopUKMPerindag berkaitan dengan revitalisasi Pasar Lama itu menjadi pusat bisnisnya Kota Serang,” ujar Wahyu.

Salah satu perubahan utama berada pada pola aktivitas perdagangan. Pedagang tradisional yang saat ini beraktivitas di Pasar Lama direncanakan dipindahkan ke kawasan Kepandean.

Kawasan Kepandean juga akan direvitalisasi dan diarahkan menjadi pasar modern. Sementara bangunan pasar tradisional di Pasar Lama nantinya akan dialihfungsikan menjadi gedung parkir.

Konsep tersebut diharapkan dapat mengurai persoalan parkir yang selama ini mengambil badan jalan sekaligus membuat kawasan pusat kota lebih tertata.

“Toko masih tetap, karena kan itu kan perdagangan bisnis. Toko-toko juga sama, cuma nanti tidak boleh lagi ada parkir di bahu jalan. Parkirnya nanti di gedung parkir semua,” kata Wahyu.

Dengan demikian, Pasar Lama tidak akan kehilangan identitasnya sebagai kawasan perdagangan. Namun, aktivitas bisnis di kawasan tersebut akan ditopang fasilitas yang lebih terintegrasi dan ramah bagi masyarakat.

Penataan tidak berhenti pada bangunan dan aktivitas perdagangan. Pemkot Serang juga menyiapkan pembenahan jalur pedestrian agar kawasan Pasar Lama lebih nyaman untuk berjalan kaki.

Pedestrian direncanakan terhubung dengan jalur yang telah ditata di Jalan Diponegoro, kemudian berlanjut menuju Cilame, Tamansari hingga Gang Rendah.

Persoalan kabel yang semrawut serta kondisi sejumlah bangunan juga menjadi bagian yang akan dibenahi.

“Yang pasti Pak Wali menginginkan pedestriannya itu diperbaiki lagi, kabel-kabel yang semrawut, terus gedung-gedung ini juga akan diperbaiki sampai terus pedestrian itu nyambung sampai ke Gang Rendah,” ujar Wahyu.

Wahyu menegaskan, konsep baru tersebut bukan menjadikan Pasar Lama sebagai kawasan eksklusif yang dipagari. Sebaliknya, kawasan itu akan dibuka sebagai ruang ekonomi dan aktivitas publik yang dapat dinikmati masyarakat.

“Iya, jadi pusat bisnis,” katanya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkot Serang telah mengomunikasikan konsep penataan Pasar Lama kepada Pemerintah Provinsi Banten.

Wahyu menyebut Wali Kota Serang Budi Rustandi telah menyampaikan konsep tersebut kepada Gubernur Banten Andra Soni. Berdasarkan komunikasi tersebut, pembiayaan revitalisasi direncanakan berasal dari Pemprov Banten.

“Dan alhamdulillah nanti atas hasil komunikasi Pak Wali memberikan konsep itu ke Pak Gubernur, ke Pak Andra Soni, dan nanti pembiayaannya itu oleh provinsi,” ungkap Wahyu.

Ketika kembali ditanyakan mengenai sumber pembiayaan, Wahyu memastikan proyek tersebut akan dibiayai Pemerintah Provinsi Banten.

“Iya, dibiayai provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan penataan Pasar Lama merupakan bagian dari upaya membangun kawasan pusat kota yang saling terhubung.

Pasar Lama, Royal Baroe dan Alun-Alun Kota Serang diarahkan menjadi satu kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menyediakan ruang publik dan berbagai aktivitas ekonomi.

“Mudah-mudahan ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala dipermudah, insya Allah kita akan ada MoU dengan pihak ketiga, yang mana ini Pasar Lama akan ada pertama adalah gedung parkir, lalu insya Allah 2027 akan ada pembangunan pedestrian,” ujar Budi saat ditemui di Setda, Jumat, 14 Agustus 2026.

Budi menyebut pedestrian akan menjadi salah satu elemen penting dalam menghidupkan kawasan tersebut.

“Ini adalah menjadi sentral ekonomi baru di Kota Serang. Tentunya ada ruang terbukanya yang mana ini dalam rangka untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Serang, termasuk menjadikan Kota Serang ini adalah ibu kota yang sesungguhnya,” katanya.

Konsep parkir menjadi salah satu perubahan paling mencolok dalam rencana penataan Pasar Lama.

Budi menegaskan kendaraan nantinya tidak diperbolehkan lagi parkir di pinggir jalan. Masyarakat maupun pengunjung akan diarahkan menggunakan gedung parkir yang disiapkan.

“Jadi nanti konsepnya sama seperti Royal Baru konsepnya. Tidak boleh parkir di pinggiran jalan,” tegas Budi.

Selain perdagangan, kawasan tersebut juga diproyeksikan memiliki beragam fasilitas penunjang. Di antaranya kafe, restoran hingga sarana olahraga.

Pengembangan fasilitas tersebut akan melibatkan pihak ketiga. Selain menghidupkan kawasan, skema itu dinilai berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi daerah.

“Di atasnya itu ada kafe, ada resto, ada sarana olahraga, seperti nanti di Jalan Djudi juga. Pokoknya keren lah insya Allah ya,” ujar Budi.

Perlu disampaikan kika terealisasi sesuai rencana, wajah Pasar Lama tidak lagi sekadar identik dengan pasar tradisional dan kepadatan kendaraan. Kawasan ini akan diarahkan menjadi ruang ekonomi baru yang menggabungkan perdagangan, parkir terpusat, pedestrian, ruang terbuka, kuliner, olahraga dan aktivitas masyarakat.

Pemkot Serang menargetkan pembangunan mulai berjalan pada 2027, dengan gedung parkir menjadi salah satu tahapan awal sebelum pengembangan pedestrian dan fasilitas pendukung lainnya. ( HS/RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang,Wali Kota Serang,Revitalisasi Pasar Lama,DiskopUKMPerindag Kota Srrang

Share: