KOTA SERANG – Semangat mengembangkan potensi generasi muda kembali digaungkan melalui Piala Wali Kota Serang English Competition 2026. Kompetisi bahasa Inggris yang akan berlangsung pada 7–9 Oktober 2026 ini tidak sekadar menawarkan perebutan gelar juara, tetapi juga membuka jalan bagi pelajar Kota Serang untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus meraih kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui beasiswa.
Ketua Pusat Bahasa Inggris Universitas Primagraha (UPG), Adi Suhendra, yang akrab disapa Mr. Adi, mengatakan pendaftaran kompetisi tersebut dibuka secara gratis bagi pelajar tingkat menengah atas dan sederajat di Kota Serang.
“Pendaftaran Piala Wali Kota English Competition gratis dan dibuka untuk seluruh siswa menengah atas dan/atau kejuruan di Kota Serang,” ujar Adi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (20/8/2026).
Menurut Adi, lahirnya kompetisi tersebut merupakan buah sinergi antara UPG dan Pemerintah Kota Serang, sekaligus bentuk perhatian Wali Kota Serang Budi Rustandi terhadap pengembangan potensi anak muda.
“Dasarnya satu, kita memang telah menjalin berbagai kegiatan dengan Pemkot Serang, dan saya melihat ada kepedulian dari Pak Wali terhadap anak-anak muda. Sehingga kita sodorkan konsep ini, dan Pak Wali menyetujuinya,” katanya.
Kompetisi ini, lanjut Mr. Adi mengusung dua kategori, yakni speech contest dan storytelling. Pesertanya berasal dari jenjang SLTA, SMK, maupun Madrasah Aliyah (MA) yang berada di wilayah Kota Serang.
Dikatakan dia, Pemilihan bahasa Inggris bukan tanpa alasan. UPG bersama Pemerintah Kota Serang ingin membekali generasi muda dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi lingkungan global.
“UPG dengan Pak Wali sepakat bahwa kita akan mempersiapkan generasi muda kita ini ke kehidupan global. Salah satunya dengan bahasa Inggris,” ujar Mr. Adi.
Ia menegaskan, kompetisi tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar menyampaikan ide dan/atau gagasan mengemukakan pendapat, sekaligus membangun kepercayaan diri menggunakan bahasa Inggris.
“Tidak terbatas di lokal, dan kita juga melatih mereka untuk bisa mengungkapkan pendapat dalam bahasa yang mau tidak mau kita sepakati sebagai bahasa internasional,” tuturnya.
Untuk penyelenggaraan perdana, ucap Mr. Adi peserta dibatasi, yaitu khusus bagi sekolah yang berada di Kota Serang. Adi menyebut terdapat sekitar 88 sekolah tingkat SLTA, SMK, dan MA yang menjadi sasaran peserta.
Jika setiap sekolah mengirimkan satu peserta untuk masing-masing kategori, jumlah peserta berpotensi mencapai 176 pelajar.
“Bahkan kita agak menolak di luar Kota Serang. Kenapa? Karena memang kita komit untuk yang pertama ini hanya untuk Kota Serang,” tegasnya.
Dikatakan Mr. Adi, Pada kategori speech contest, peserta akan diajak menyampaikan ide dan/atau gagasan mengenai pemuda dalam bahasa Inggris.
Tema tersebut tidak lepas dari semangat Sumpah Pemuda. Bagi Adi, perjalanan bangsa Indonesia membuktikan bahwa anak muda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan.
“Perubahan di republik ini itu tidak lepas dari peran pemuda. Mau tidak mau kita harus akui itu, itu tercatat dalam sejarah,” katanya.
Karena itu, kompetisi diharapkan tidak berhenti pada peringatan Sumpah Pemuda secara seremonial. Para peserta justru diberi ruang untuk menyuarakan pandangan mengenai kontribusi dan langkah yang dapat dilakukan generasi muda pada masa kini.
"Dengan begitu, panggung kompetisi bukan hanya menjadi tempat menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan segar dari pelajar Kota Serang," ungkapnya
Lebih lanjut, Mr. Adi mengungkapkan untuk kategori storytelling itu mengangkat cerita rakyat Indonesia sebagai materi kompetisi.
Konsep tersebut dirancang agar kemampuan peserta berkomunikasi secara global tetap berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap budaya dan nilai-nilai Nusantara.
Mr. Adi mencontohkan kisah Malin Kundang yang sarat pesan moral sekaligus dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan cerita rakyat Indonesia kepada generasi muda.
“Walaupun mereka punya kemampuan untuk berkomunikasi secara global, berpikir secara global, dan berbisnis mungkin secara global, tapi ada hal-hal yang tetap mereka jaga tentang Nusantara,” jelasnya.
Pesan yang ingin dibangun pun sederhana namun kuat, yaitu generasi muda boleh memiliki wawasan dunia, tetapi tidak kehilangan identitas dan akar budayanya.
Selain itu, Daya tarik lain dari Piala Wali Kota Serang English Competition 2026 adalah hadiah yang tidak berhenti pada uang pembinaan atau penghargaan juara.
UPG menyiapkan 10 beasiswa kuliah gratis bagi peserta terbaik yang masuk dalam jajaran Big Ten.
Juara kompetisi tetap memperoleh penghargaan dan privilege khusus. Namun, peluang melanjutkan pendidikan melalui beasiswa tidak hanya diberikan kepada pemenang utama.
“Juaranya pastilah dia dapat privilege, dapat kekhususan. Tetapi ada 10 terbaik yang kita akan siapkan sesuai dengan apa yang pernah disampaikan oleh Pak Wali, bahwa kita akan menyediakan 10 beasiswa kuliah gratis,” ungkap Adi.
Bagi Mr. Adi, penghargaan terbaik bagi seorang pelajar bukan hanya berupa piala, tetapi juga kesempatan untuk tumbuh dan memperoleh pendidikan lebih tinggi.
“Penghargaan itu kan bisa kita memberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi secara gratis,” katanya.
Ia menilai potensi generasi muda Indonesia sangat besar. Tantangan yang sering kali muncul justru berkaitan dengan akses dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut.
“Banyak orang Indonesia yang lebih hebat bahkan orang kita banyak yang lebih hebat dari orang Amerika sendiri. Tetapi kan soal kesempatan. Kalau diberikan kesempatan yang sama, kita bahkan bisa lebih baik,” ujarnya.
Lebih jauh, kompetisi ini juga diproyeksikan menjadi ajang penjaringan bibit-bibit unggul di bidang bahasa Inggris.
Peserta yang menunjukkan potensi terbaik tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan pembinaan lanjutan dan dipersiapkan untuk tampil pada kompetisi di level yang lebih tinggi, termasuk tingkat provinsi maupun nasional.
“Kenapa tidak. Suatu saat kita akan kirim mereka ke kompetisi yang lebih tinggi, misalnya di nasional, di provinsi, dan sebagainya,” tutur Adi.
Pusat Bahasa Inggris UPG, kata dia, siap mengambil bagian dalam proses pembinaan tersebut.
“UPG siap dengan Pusat Bahasa Inggrisnya siap untuk melatih dan membina,” katanya.
Dengan konsep tersebut, Piala Wali Kota Serang English Competition 2026 diharapkan tidak berhenti ketika panggung kompetisi ditutup. Lebih dari itu, ajang ini menjadi titik awal perjalanan pelajar Kota Serang untuk berani berbicara, berani menyampaikan gagasan, berani berkompetisi, dan berani menatap masa depan yang lebih luas.
"Jika konsisten dikembangkan, kompetisi tersebut berpotensi menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melahirkan juara bahasa Inggris, tetapi juga generasi muda Kota Serang yang percaya diri, berwawasan global, berkarakter, serta tetap berpijak pada budaya Nusantara," ujarnya. ( HS/RED )
Penulis :Benies Husaeni
Keyword:
pemkot serang,Wali Kota Serang ,Universitas Primagraha
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG