13 Aug 2026
WIB
Berita Pemerintah

Kota Serang,- Pemerintah Kota Serang (Pemkot Serang) mempersiapkan langkah strategis penanggulangan pencegahan penyakit zoonosis dan infeksi baru melalui pembentukan Tim Koordinasi Daerah (Tikorda) yang melibatkan sekitar 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Serang beserta para mitra pendukung (stakeholders).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin saat membuka acara Peremuaan Lintas Sektor Dalam Rangka Penguatan Pencegahan dan Penyelenggaraan Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru (PIB), bertempat di Hotel Ledian Kota Serang, Rabu (22/7).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, menjelaskan bahwa penyakit zoonosis merupakan ancaman kesehatan menular yang penularannya dapat terjadi secara alamiah dari hewan ke manusia, maupun sebaliknya dari manusia ke hewan. Oleh sebab itu, penanganannya memerlukan koordinasi yang terintegrasi antar-instansi.

"Kita menggelar pertemuan lintas sektoral ini dalam rangka penguatan pencegahan dan pengendalian zoonosis serta penyakit infeksi baru berbasis risiko, sekaligus membentuk Tim Koordinasi Daerah atau Tikorda," ucapnya.

Nanang Saefudin juga Nanang menjelaskan bahwa pembentukan Tikorda ini berkaca dari pengalaman yang dialami secara global, termasuk di Kota Serang, yaitu disaat menghadapi pandemi COVID-19. Pengalaman tersebut menjadi dorongan kuat bagi Pemkot Serang untuk memperkuat mitigasi agar situasi serupa dapat diantisipasi sejak dini.

Sesuai dengan regulasi dan kewenangan fungsi koordinasi pemerintahan, Nanang menuturkan bahwa posisi Ketua Tikorda akan diampu langsung oleh Sekretaris Daerah.

"Sesuai tugas yang melekat pada Sekda untuk mengoordinasikan seluruh OPD, ketua tim ini nantinya adalah Sekretaris Daerah. Kita tidak ingin pembentukan Tikorda ini hanya sekadar seremonial belaka, tetapi harus benar-benar siap bergerak cepat manakala terjadi ancaman masalah kesehatan," tegasnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ahmad Hasanudin juga menjelaskan, meskipun secara data penyebaran atau indikasi penyakit zoonosis dan PIB di Kota Serang masih rendah, masyarakat Kota Serang diminta tetap waspada dan berlaku hidup sehat.

"Walaupun kasusnya belum ada, bukan berarti kita bisa lengah. Justru ini saatnya kita meningkatkan pengendalian dan pencegahan dini. Penyakit seperti flu burung yang gejalanya berupa demam dan sesak napas bisa berpotensi menular antarmanusia jika tidak diantisipasi," jelasnya.

Sebagai langkah awal yang paling mendasar, Kepala Dinkes Kota Serang mengimbau seluruh warga Kota Serang untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari guna meminimalisasi risiko penularan penyakit. (RM/RED)

Penulis : Robby 

Keyword:

Share: