KOTA SERANG,- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur permukiman sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan tertata. Salah satu fokus yang kini menjadi perhatian adalah pembangunan jalan beton dan penataan sistem drainase di kawasan Perumahan Permata Hijau yang akan dilanjutkan secara bertahap melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Wali Kota Serang Budi Rustandi memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di kawasan Perumahan Permata Hijau hingga akses menuju Perumahan Kelapa Gading, Kota Serang.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan jalan beton, perbaikan drainase, dan penataan saluran irigasi yang akan dilaksanakan secara bertahap melalui APBD Perubahan Tahun 2026 hingga APBD Tahun Anggaran 2027.
Komitmen tersebut disampaikan Budi Rustandi saat meninjau langsung kondisi infrastruktur di kawasan Perumahan Permata Hijau.
Menurut Budi, kawasan tersebut telah bertahun-tahun belum mendapatkan penanganan infrastruktur secara menyeluruh. Karena itu, pemerintah daerah menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat dan paguyuban setempat.
"Pembangunan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memenuhi hak masyarakat. Sudah belasan tahun kawasan ini belum pernah mendapatkan pembangunan yang menyeluruh," ujarnya.
"Insyaallah, di masa pemerintahan saya bersama Pak Agis, pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah," lanjut Budi.
Sebelum menetapkan program pembangunan, Budi mengaku telah melakukan survei lapangan guna melihat langsung kondisi jalan, drainase, dan saluran irigasi di lokasi.
Dari hasil peninjauan tersebut, ia menemukan banyak saluran drainase yang mengalami sedimentasi dan tidak pernah dinormalisasi selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut menyebabkan fungsi drainase tidak optimal sehingga menjadi salah satu faktor penyebab banjir saat hujan.
"Peninggian sedimentasi membuat permukaan drainase hampir sejajar dengan badan jalan. Akibatnya air tidak dapat mengalir dengan baik dan menimbulkan genangan di sejumlah titik," jelasnya.
Untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, Pemkot Serang memastikan jalan yang dibangun menggunakan konstruksi beton agar lebih kuat dan memiliki umur layanan yang lebih panjang.
Selain pembangunan jalan, pemerintah juga akan memprioritaskan normalisasi drainase dan perbaikan saluran irigasi sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di kawasan tersebut.
Budi mengungkapkan terdapat empat titik yang menjadi prioritas penanganan pada tahap awal. Seluruh pekerjaan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.
Terkait persoalan banjir di kawasan Kelapa Gading, Budi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Gubernur Banten Andra Soni untuk menyelaraskan penanganan sesuai kewenangan masing-masing pemerintah.
"Hari ini saya akan berdiskusi dengan Pak Gubernur terkait pembagian penanganan. Mana yang menjadi kewenangan Kota Serang dan mana yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten, sehingga penanganannya bisa berjalan terpadu," katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kota Serang dan Pemerintah Provinsi Banten diperlukan agar penanganan jalan, drainase, dan saluran irigasi dapat dilakukan secara lebih efektif, terutama di kawasan yang berada di sekitar pusat pemerintahan Kota Serang.
Budi menegaskan, meskipun kondisi fiskal daerah masih memiliki keterbatasan, Pemkot Serang tetap berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur secara bertahap di berbagai wilayah.
"Kami memahami masyarakat ingin pembangunan segera selesai. Namun karena kemampuan anggaran terbatas, kami mohon masyarakat bersabar. Yang terpenting, pembangunan ini sudah menjadi prioritas dan akan terus kami lanjutkan secara bertahap," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang, Ibra M. Gholibi menjelaskan, pembangunan yang telah dilaksanakan tahun ini mencakup ruas jalan dari depan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Serang hingga ujung Perumahan Permata Hijau. Selanjutnya, melalui APBD Perubahan 2026, pembangunan akan diteruskan hingga kawasan yang sebelumnya kerap terdampak banjir di sekitar akses menuju Perumahan Kelapa Gading.
"Melalui APBD Perubahan, kami akan melanjutkan pembangunan dari ujung Permata Hijau hingga titik yang sebelumnya terdampak banjir sebagai bagian dari peningkatan kualitas infrastruktur kawasan," ujar Ibra.
Tak hanya mengandalkan APBD Kota Serang, pemerintah juga membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten melalui skema bantuan keuangan. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan ruas jalan menuju Perumahan Kelapa Gading beserta pembangunan sistem drainasenya.
Menurut Ibra, kolaborasi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi menjadi strategi untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di kawasan permukiman.
"Ini bentuk sharing pekerjaan atau bantuan dari pemerintah provinsi agar penanganan infrastruktur dapat dilakukan lebih cepat," katanya.
Pemkot Serang telah mengusulkan anggaran sekitar Rp10 miliar kepada Pemerintah Provinsi Banten. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di empat kawasan perumahan, yakni akses Kelapa Gading melalui KSB, Griya Permata Asri (GPA), Puri Anggrek, dan Citra Gading.
Khusus untuk jalur dari Permata Hijau menuju Perumahan Kelapa Gading, pembangunan yang diusulkan meliputi jalan beton sepanjang sekitar 400 meter dengan lebar enam meter, lengkap dengan sistem drainase yang dirancang meningkatkan kapasitas saluran air sekaligus mengurangi potensi genangan saat musim hujan.
Di sisi lain, Pemkot Serang juga telah mengalokasikan sekitar Rp400 juta melalui APBD Perubahan Tahun 2026 untuk membangun ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota di kawasan Permata Hijau.
"Panjang jalan yang kami usulkan kurang lebih 400 meter dengan lebar sekitar enam meter. Pekerjaannya berupa jalan beton lengkap dengan drainase," ungkap Ibra.
Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas jalan lingkungan, tetapi juga meningkatkan konektivitas antarpermukiman, memperlancar mobilitas warga, serta memperkuat upaya pengendalian banjir melalui sistem drainase yang lebih memadai.
Dengan sinergi antara Pemkot Serang dan Pemprov Banten, pemerataan pembangunan di berbagai kawasan permukiman diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk akses yang lebih baik, lingkungan yang lebih aman, dan kualitas hidup yang semakin meningkat.
( HS/RED)
Penulis : Benies Husaeni
Keyword:
Pemkot Serang,Wali Kota Serang,Infrastruktur Kota Serang,APBD Perubahan 2026
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG