KOTA SERANG,- Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten memberikan apresiasi kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Serang atas konsistensinya menggelar High Level Meeting (HLM) sebagai langkah memperkuat koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi daerah.
Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rawindra Ardiansah, Bank Indonesia menilai forum tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Serang dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi inflasi ke depan.
Hingga Juli, kondisi inflasi Kota Serang dinilai masih terkendali. Secara bulanan, Kota Serang mencatat deflasi sebesar 0,47 persen (month to month/mtm). Sementara secara tahunan, inflasi berada di angka 2,77 persen (year on year/yoy), masih dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Meski indikator tersebut menunjukkan kondisi yang relatif aman, Bank Indonesia mengingatkan TPID dan pemerintah daerah agar tidak lengah. Salah satu risiko yang perlu diantisipasi adalah fenomena El Nino yang berpotensi memperpanjang musim kering dan berdampak terhadap ketersediaan pasokan pangan.
“Tidak boleh lengah karena kalau melihat proyeksi BMKG, ada El Nino yang sangat terkait dengan pasokan pangan. Informasinya musim kering bisa lebih panjang. Ini yang harus kita waspadai dan antisipasi,” ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rawindra Ardiansah saat ditemui di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, Jl. KH. Abdul Fatah Hasan No. 33 Kel. Sumur pecung, Kec. Serang, Kamis (20/8/2026).
Rawindra Ardiansah menambah, HLM TPID dinilai penting untuk merumuskan langkah antisipatif, khususnya dalam menghadapi potensi gangguan produksi dan distribusi pangan akibat kondisi cuaca.
Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Serang dan pemerintah daerah lainnya. Sinergi tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengendalian inflasi, termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM).
Pemerintah Kota Serang diketahui telah cukup aktif melaksanakan GPM. Sepanjang periode sebelumnya, tercatat sekitar 87 kegiatan Gerakan Pangan Murah telah digelar. Program tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga di masyarakat.
“Harga-harga stabil, bahkan ada beberapa yang turun. Program-program TPID biasanya memang berkolaborasi atau berkoordinasi dengan Bank Indonesia. Bentuknya kita bersinergi,” jelasnya.
Ke depan, sinergi antara TPID Kota Serang dan Bank Indonesia akan menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan inflasi tetap berada dalam sasaran. Selain menjaga stabilitas harga, langkah antisipasi juga diarahkan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat di tengah potensi tekanan akibat El Nino.
"Dengan capaian inflasi yang masih terkendali, Kota Serang memiliki modal positif untuk menghadapi risiko ke depan. Namun, kewaspadaan dan respons cepat tetap diperlukan agar stabilitas harga tidak terganggu ketika tekanan pasokan pangan mulai meningkat," pungkasnya
( HS/RED )
Penulis : Benies Husaeni
Keyword:
Pemkot Serang,Wakil Walikota Serang,TPID Kota Serang,Pengendalian Inflasi,Bank Indonesia
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG