20 Aug 2026
WIB
Berita Pemerintah
Sumber:serangkota.go.id

KOTA SERANG — Kerukunan antarumat beragama dinilai bukan sekadar fondasi untuk menjaga kedamaian, tetapi juga menjadi modal penting bagi kemajuan ekonomi dan pembangunan Kota Serang.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Harmony Speech Festival Berbasis Dalil Kitab Suci Lintas Agama Kota Serang 2026 yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang di Gedung Negara Provinsi Banten, Rabu (19/8/2026).

Menurut Budi, pertemuan masyarakat dari berbagai agama dalam festival tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk merawat persatuan di tengah keberagaman.

“Ini adalah bukti nyata Pemerintah Kota Serang menyatukan berbagai umat beragama dalam rangka persatuan dan kesatuan,” kata Budi.

Ia menegaskan, keberagaman agama, suku, dan budaya yang dimiliki Kota Serang harus dikelola sebagai kekuatan. Perbedaan tidak boleh menjadi sekat yang memicu konflik, tetapi justru menjadi energi untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.

Bagi Budi, kerukunan bahkan memiliki kaitan erat dengan daya tarik Kota Serang di mata dunia usaha dan wisatawan. Kota yang aman, damai, dan kondusif dinilai akan lebih mudah membangun kepercayaan publik sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Kita satukan agar Kota Serang ini menjadi kota yang damai, yang kondusif agar banyak investasi masuk Kota Serang dan banyak wisatawan masuk Kota Serang,” ujarnya.

Budi berharap suasana sosial yang kondusif dapat memperkuat citra Kota Serang sebagai daerah yang aman untuk dikunjungi, sekaligus nyaman bagi pelaku usaha mengembangkan investasinya.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan kebijakan ekonomi, tetapi juga lingkungan sosial yang stabil. Ketika masyarakat mampu hidup berdampingan dengan damai, kepercayaan terhadap daerah ikut tumbuh.

Karena itu, menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun FKUB. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran untuk memastikan perbedaan tetap berada dalam bingkai persatuan.

Budi juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan keberagaman ras, suku, budaya, dan agama merupakan bagian tidak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia. Perbedaan tersebut harus disatukan melalui semangat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

“Kita adalah Bhinneka Tunggal Ika dan tidak boleh ada perbedaan ras, suku, budaya ataupun agama. Kita satukan ini,” katanya.

Ia berharap Harmony Speech Festival tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Pesan perdamaian yang disampaikan para peserta melalui perspektif masing-masing agama diharapkan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat tersebut dinilai penting untuk menjaga Kota Serang tetap menjadi ruang bersama yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.

Jika kerukunan terjaga, Budi optimistis Kota Serang tidak hanya semakin kuat dari sisi sosial, tetapi juga memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk mengembangkan sektor ekonomi, investasi, dan pariwisata.

Sebab, bagi Kota Serang, kedamaian bukan hanya tentang hidup berdampingan—tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan membuka lebih banyak peluang untuk tumbuh bersama.

( HS/RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang ,Wali Kota Serang,FKUB Kota Serang,Harmony Speech Festival 2026,Kerukunan Antaragama

Share: