21 Jul 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di Kompleks Perumahan Lebak Indah, RT 04/RW 05, Blok D21 Nomor 7, Kelurahan Trondol, Kecamatan Serang, pada Kamis malam. Kebakaran diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyambar barang-barang mudah terbakar di dalam rumah.

 

Mendapat laporan musibah tersebut, Wali Kota Serang Budi Rustandi langsung meninjau lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah.

 

Dalam kunjungannya, Budi menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta yang akan digunakan untuk membantu perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.

 

"Bantuan ini kami berikan untuk membantu memperbaiki rumah yang terdampak kebakaran yang terjadi pada Kamis malam," ujar Budi, Jum'at (17/7/2026).

 

Selain bantuan dana, Pemkot Serang juga menyalurkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) guna memenuhi kebutuhan sehari-hari korban selama masa pemulihan.

 

Pada kesempatan itu, Budi turut mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan obat nyamuk bakar maupun sumber api lainnya. Menurutnya, benda tersebut sebaiknya ditempatkan di lokasi yang aman dan jauh dari material yang mudah terbakar.

 

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kebakaran bermula ketika obat nyamuk bakar dinyalakan oleh pemilik rumah, Tb. Iwan Kusuma, seorang penyandang tunanetra.

 

"Biasanya obat nyamuk itu dinyalakan oleh anaknya. Namun pada malam itu bapaknya yang menyalakan sendiri. Di dekat obat nyamuk terdapat kipas angin dan peralatan elektronik sehingga api diduga cepat membesar," jelas Budi.

 

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Hukum, Triningsih, memastikan Pemkot Serang tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga pendampingan kesehatan bagi korban.

 

Ia mengatakan, korban akan lebih dahulu mendapatkan pelayanan medis di RSUD Kota Serang atau RS Drajat Prawiranegara. Apabila diperlukan penanganan lebih lanjut, korban akan dirujuk ke RSUD Provinsi Banten, bahkan hingga rumah sakit di Jakarta jika kondisi medis mengharuskannya.

 

"Pengobatan akan kita upayakan terlebih dahulu di rumah sakit di Kota Serang. Kalau memang membutuhkan penanganan lanjutan, kita siap membantu proses rujukan hingga ke rumah sakit provinsi atau Jakarta," katanya.

 

Menurut Triningsih, keluarga korban juga tidak perlu khawatir terkait dokumen penting yang ikut terbakar dalam musibah tersebut.

 

"Dokumen seperti BPJS bisa dicetak kembali. Memang tadi kami mendapat informasi ada beberapa ijazah anak korban yang ikut terbakar," ujarnya.

 

Triningsih mengungkapkan, rumah tersebut dihuni oleh dua orang, yakni seorang ayah yang merupakan duda dan anaknya. Sang istri telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

 

Meski keluarga korban telah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, Pemkot Serang juga siap membantu apabila muncul kebutuhan lain, seperti biaya transportasi maupun akomodasi selama proses pengobatan.

 

"Mereka memang memiliki BPJS. Namun apabila ada kendala transportasi atau kebutuhan lain selama menjalani pengobatan, kami siap membantu. Pemkot berkolaborasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan korban dapat terpenuhi," tuturnya.

 

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah, tidak hanya melalui bantuan finansial, tetapi juga pendampingan hingga korban benar-benar pulih.

 

Musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan sumber api di dalam rumah. Penempatan obat nyamuk bakar, lilin, maupun perangkat lain yang menghasilkan panas perlu diperhatikan agar tidak berada di dekat benda-benda yang mudah terbakar, sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan.

Keyword:

pemkot serang,Wali Kota Serang

Share: