Usai Paripurna HUT ke-19, Budi Rustandi Sidak Penataan Jalan Diponegoro, Disiapkan Jadi Koridor Baru Menuju Alun-alun
KOTA SERANG — Perayaan Hari Jadi ke-19 Kota Serang tidak hanya diisi agenda seremonial. Usai menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-19 Kota Serang di Gedung DPRD Kota Serang, Senin (10/8/2026), Wali Kota Serang Budi Rustandi langsung turun mengecek progres penataan pedestrian Jalan Diponegoro.
Didampingi jajaran terkait, Budi meninjau langsung pengerjaan koridor jalan yang dirancang menjadi kelanjutan penataan kawasan Royal Baru hingga terhubung dengan Alun-alun Kota Serang.
Budi mengatakan, penataan Jalan Diponegoro merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Serang merapikan wajah ibu kota Provinsi Banten sekaligus menciptakan kawasan perktaan yang lebih nyaman dan menarik.
“Penataan ini terusan daripada Royal Baru, Jalan Diponegoro sampai ke titik alun-alun. Ini terusan daripada Royal Baru yang dibantu oleh Gubernur Banten, Andra Soni,” kata Budi.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten atas dukungan terhadap pembangunan tersebut.
“Saya ucapkan banyak beribu-ribu terima kasih atas komitmennya untuk membangun Kota Serang dalam rangka penataan kota,” ujarnya.
Budi menjelaskan, penataan Jalan Diponegoro memiliki karakter berbeda dibandingkan kawasan Royal Baru. Koridor tersebut memiliki median jalan dengan lebar sekitar 10 meter dan panjang kurang lebih 350 meter.
Penataan ini diarahkan untuk tersambung langsung dengan kawasan Alun-alun Kota Serang yang ditargetkan diluncurkan pada Desember mendatang.
“Insyaallah pembangunan ini bisa cepat selesai agar nanti berbarengan dengan Alun-alun. Nanti Desember kita launching. Ini menjadi satu kesatuan, Royal Baru, Jalan Diponegoro dan kawasan Jalan Jenderal Sudirman sudah jadi satu dengan Alun-alun,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, pemerintah ingin membangun satu kawasan perkotaan yang saling terhubung dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.
Menurut Budi, penataan tidak cukup dilakukan hanya pada satu sisi jalan.
“Kalau kirinya doang jelek, kalau kanannya doang jelek. Jadi kiri kanan harus ditata,” tegasnya.
Pengerjaan penataan koridor tersebut ditargetkan berlangsung hingga Desember dengan dukungan Pemerintah Provinsi Banten.
Setelah penataan koridor Diponegoro dan revitalisasi Alun-alun rampung, Pemerintah Kota Serang berencana melanjutkan pembenahan kawasan Pasar Lama pada 2027.
Budi menyebut rangkaian penataan tersebut diarahkan untuk menciptakan sentra ekonomi baru di Kota Serang.
“Insyaallah 2027 baru Pasar Lama. Kita ingin menjadikan ini sentra ekonomi baru di Kota Serang, tetapi tidak melupakan pembangunan di daerah lainnya,” katanya.
Dengan terhubungnya sejumlah kawasan strategis, Pemkot Serang berharap tercipta pusat aktivitas baru yang mampu menggerakkan perdagangan, kuliner, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Budi menegaskan, penataan kawasan perkotaan bukan semata-mata mengejar tampilan kota yang lebih rapi. Ada target ekonomi yang ingin dicapai, yakni meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap wajah baru Kota Serang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.
“Target kita adalah untuk membangkitkan ekonomi di Kota Serang, mendatangkan para wisatawan dari luar daerah agar Kota Serang ini tertata rapi dan banyak mau dikunjungi oleh wisatawan,” ungkapnya.
Menurut Budi, kota yang menarik akan lebih mudah mengundang orang untuk datang, beraktivitas, berbelanja, menikmati kuliner hingga berwisata.
“Kota Serang ini harus banyak wisatawan. Mereka harus melihat Kota Serang itu menarik. Tapi kalau kita tidak menjaga, kumuh, siapa yang mau datang ke Kota Serang?,” ujarnya.
Di tengah pembangunan fisik yang terus dikebut, Budi mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga berbagai fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan penataan kota tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembangunan, tetapi juga bagaimana fasilitas tersebut dirawat setelah selesai.
Ia mengajak warga Kota Serang memiliki rasa kepemilikan terhadap ruang publik dan fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah.
“Saya mengimbau untuk sama-sama menjaga. Jangan mengandalkan Pemerintah Kota Serang, karena ini adalah tugas warga Kota Serang juga untuk menjaga apa yang kita bangun,” tegas Budi.
Ia berharap semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi fondasi dalam membangun Kota Serang yang semakin tertata, nyaman dan memiliki daya tarik ekonomi.
Penataan Jalan Diponegoro, konektivitas dengan Royal Baru dan Alun-alun, serta rencana pembenahan Pasar Lama menjadi rangkaian langkah yang diharapkan mampu mengubah wajah pusat Kota Serang.
Bukan sekadar lebih indah dipandang, tetapi juga lebih hidup, lebih produktif, dan semakin mampu menjadi magnet bagi wisatawan serta aktivitas ekonomi masyarakat. ( HS/RED )
Penulis : Benies Husaeni
Keyword:
Pemkot Serang ,Wali Kota Serang,Royal Baru Kota Serang,pembangunan Kota Serang,pusat ekonomi Kota Serang
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG