KOTA SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bergerak cepat memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga bahan pokok. Melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan I Tahun 2026, Pemkot Serang mematangkan langkah konkret untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi ekonomi.
Bertempat di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang, Rabu (22/4), rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin. Pertemuan ini menghadirkan seluruh stakeholder kunci, mulai dari Bank Indonesia, jajaran TNI-Polri, Bulog, hingga BPS Kota Serang.
Menanggapi angka inflasi Kota Serang bulan Maret yang tercatat di level 3,79, Sekda Nanang Saefudin menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Langkah nyata diambil dengan mengalokasikan intervensi anggaran dari APBD sebesar Rp37,6 miliar.
"Alhamdulillah, kita sudah siapkan intervensi dari sisi APBD sekitar Rp37,6 miliar untuk mengantisipasi inflasi. Anggaran ini tersebar di beberapa OPD strategis seperti Dinkopukmperindag, DPUPR, dan DKPPP," ujar Nanang.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi yang efektif, terutama dalam menjaga distribusi dan ketersediaan pasokan di pasar.
Meski komoditas utama seperti beras dan minyak goreng terpantau stabil, Pemkot Serang tetap mewaspadai potensi lonjakan harga yang bersifat sporadis. Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan Minya Goreng (minyakita).
"Kami mencermati fluktuasi harga minyak goreng, terutama Minyakita. Bulog memiliki otoritas 35 persen dari peredaran minyak di daerah, karena itu bulan depan kami akan menggelar rapat khusus bersama Bulog dan Pemprov Banten untuk memastikan stok aman hingga Mei mendatang," tambahnya.
Selain minyak, kata dia Pemkot juga tengah memetakan komoditas lain seperti bawang merah, daging ayam, dan daging sapi agar harganya tetap terjangkau oleh masyarakat.
Sekda Nanang juga menyoroti potensi kenaikan biaya logistik akibat fluktuasi harga BBM non-subsidi. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan visi dalam menekan ongkos produksi dan distribusi.
Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, lanjut dia antisipasi dini juga dilakukan terhadap harga hewan kurban. Pemkot Serang berkomitmen melanjutkan program-program pro-rakyat seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sebelumnya sukses digelar di Alun-alun.
"Kita akan terus pantau harga hewan kurban seperti sapi dan kambing. Komitmen kami jelas, melalui gerakan seperti pasar murah di mana masyarakat bisa mendapatkan paket sembako senilai Rp200 ribu lebih hanya dengan harga Rp30.000, beban warga bisa diringankan," pungkas Nanang.
Dengan kolaborasi yang solid antar instansi, Pemkot Serang optimis angka inflasi dapat terus ditekan dan ketersediaan pangan bagi warga Serang tetap terjamin sepanjang tahun. (HS/RED)
Penulis : Benies Husaeni
Keyword:
Pemkot Serang, Inflasi Kota Serang, TPID Serang, Harga Pangan, Minyakita, Bulog, Gerakan Pangan Murah, Ekonomi Daerah, APBD Serang, Banten
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG