KOTA SERANG — Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang Tahun Anggaran 2027 mulai memasuki tahapan penting. Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama DPRD Kota Serang menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan APBD 2027 di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kota Serang, Senin (14/9/2026).
Berbeda dari biasanya, pandangan umum fraksi-fraksi pada rapat paripurna kali ini disampaikan secara tertulis tanpa pembacaan satu per satu di hadapan peserta rapat.
Usai rapat paripurna, Wakil Ketua I DPRD Kota Serang, Roni Alfanto, mengatakan seluruh pandangan fraksi terhadap rancangan APBD 2027 selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Serang dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Roni menegaskan, secara prinsip seluruh fraksi di DPRD Kota Serang menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pembahasan rancangan APBD 2027 ke tahapan berikutnya.
Kendati setiap fraksi memiliki sorotan dan catatan masing-masing, kata Roni sapaan akrabnya secara keseluruhan pandangan tersebut akan menjadi bagian dari proses pembahasan bersama antara legislatif dan eksekutif.
"Kalau rinciannya ada di fraksi masing-masing. Masing-masing fraksi pasti menyoroti versi mereka, tapi kesimpulannya adalah sepakat untuk menindaklanjuti dalam rapat pembahasan," jelasnya.
Dengan demikian, pembahasan APBD 2027 tidak berhenti pada penyampaian pandangan umum, melainkan akan berlanjut pada pembahasan lebih mendalam untuk memastikan arah belanja daerah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kota Serang.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Ina Linawati, mengungkapkan salah satu sektor yang memperoleh perhatian besar dalam rancangan APBD 2027 adalah infrastruktur.
Ina menyebut alokasi untuk sektor infrastruktur dalam RAPBD 2027 mencapai 33,95 persen.
"Alokasi RAPBD yang disampaikan itu 33,95 persen untuk infrastruktur," ungkap Ina.
Menurutnya, angka tersebut bahkan masih berpotensi meningkat karena alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik belum dimasukkan dalam perhitungan tersebut.
"Di dalamnya belum DAK fisik karena belum dialokasikan. Kalau sudah ada alokasi nanti bisa lebih dari 33 persen," jelasnya.
Porsi besar untuk infrastruktur dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal peningkatan kualitas jalan dan sarana infrastruktur lainnya.
Ina menilai arah kebijakan tersebut menunjukkan adanya kesesuaian antara rancangan belanja pemerintah daerah dengan aspirasi masyarakat yang selama ini menginginkan peningkatan kualitas infrastruktur.
"Jadi ini sudah sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat bahwa perbaikan jalan. Dengan sekarang APBD 2027 juga sama porsinya lebih besar ke sana. Jadi sudah match," katanya.
Besarnya porsi infrastruktur menjadi salah satu poin menarik dalam pembahasan RAPBD Kota Serang 2027. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur tetap harus dijawab melalui pengalokasian anggaran yang tepat sasaran.
Karena itu, tahapan pembahasan antara Banggar DPRD dan TAPD menjadi momentum penting untuk menguji kembali setiap program dan besaran anggaran agar APBD 2027 tidak sekadar berimbang secara fiskal, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pelayanan publik dan pembangunan Kota Serang.
Masyarakat kini menanti hasil pembahasan tersebut, terutama bagaimana DPRD dan Pemkot Serang memastikan setiap rupiah anggaran daerah benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan prioritas dan memberikan manfaat langsung bagi warga.(HS/RED)
Penulis : Benies Husaeni
Keyword:
Kota Serang, Pemkot Serang, DPRD Kota Serang, APBD 2027, RAPBD 2027, Anggaran Daerah, Rapat Paripurna, Pandangan Umum Fraksi
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG