10 Sep 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG — Doa bersama terus digelar sejumlah kelompok kerja (Pokja) Wartawan di berbagai wilayah Provinsi Banten sebagai bentuk dukungan dan ikhtiar bagi lima jurnalis serta tiga awak kapal yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), Senin (7/9).

Doa tersebut menjadi ikhtiar bersama agar seluruh rombongan yang hingga kini masih dalam pencarian dapat ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat. Di tengah proses pencarian yang terus dilakukan tim penyelamat, doa menjadi sumber kekuatan sekaligus harapan bagi keluarga, rekan seprofesi, dan masyarakat yang menanti kabar keselamatan mereka.

Dalam perspektif Islam, doa atau munajat merupakan bagian dari ibadah seorang mukmin. Munajat juga menjadi bentuk pengharapan seorang hamba kepada Allah SWT ketika menghadapi situasi yang berada di luar kemampuan manusia.

Doa diyakini sebagai salah satu kekuatan spiritual bagi seorang mukmin untuk memohon perlindungan, pertolongan, serta menghadapi berbagai kesulitan. Keyakinan tersebut juga menjadi penguat bagi banyak pihak yang saat ini terus berharap adanya kabar baik dari proses pencarian.

Da'i Kondang asal Pandeglang, Ustadz Adi Hidayat (UAH), dalam sejumlah kajiannya menjelaskan bahwa doa merupakan salah satu senjata utama seorang mukmin untuk memohon pertolongan Allah SWT, termasuk ketika menghadapi persoalan yang secara nalar manusia tampak sulit untuk diselesaikan.

Menurut UAH, doa bukan hanya tentang meminta sesuatu, tetapi juga merupakan pengakuan seorang hamba atas keterbatasan dirinya sekaligus bentuk keyakinan terhadap kekuasaan Allah SWT.

“Doa sumber ketenangan. Berdoa menghadirkan nilai hasanah di dunia berupa rezeki yang berkah dan ketenteraman hati,” katanya, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube @ummuhaniyah.

Keyakinan terhadap kekuatan doa tersebut kini menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat, khususnya insan pers di Banten, yang berharap kelima jurnalis dan tiga awak kapal segera ditemukan.

Harapan itu sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS Al-Ghafir ayat 60:

“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.’”

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggunakan speed boat sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (7/9).

Sekitar pukul 14.42 WIB, salah seorang jurnalis, Bagus, sempat mengirimkan share location kepada Abay, jurnalis Antara yang berada di Pulau Sebesi, Lampung.

Lokasi terakhir rombongan diketahui berada di antara wilayah Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Kemudian, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus.

Harapan kembali muncul setelah sekitar pukul 18.13 WIB, pemandu kapal, Heriyanto, sempat mengirimkan foto kepada istrinya. Foto tersebut menunjukkan dirinya berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Informasi yang diterima menyebutkan posisi kapal saat itu berada sekitar tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Setelah komunikasi tersebut, tidak ada lagi kabar dari rombongan.

Pencarian kemudian dilakukan setelah laporan mengenai hilang kontak diterima Basarnas pada Selasa (8/9).

Tim penyelamat langsung melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan sekitar kawasan Krakatau. Pada pencarian hari pertama, tim menyisir hingga kawasan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, pencarian hari pertama belum membuahkan hasil.

Memasuki hari kedua, Rabu (9/9), operasi pencarian diperluas dengan membagi tim menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).

Penyisiran dilakukan menggunakan sejumlah unsur dan armada, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, RIB 01 Lampung, dan RIB 01 Banten.

Tim melakukan pencarian di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga kawasan Krakatau. Sementara RIB 01 Banten melakukan penyisiran di sepanjang perairan Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Perluasan area pencarian tersebut menjadi bagian dari upaya maksimal tim SAR untuk menemukan seluruh penumpang dan awak kapal yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Adapun lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis freelance.

Sementara tiga awak kapal yang turut dalam perjalanan tersebut yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman selaku anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu atau guide.

Hingga kini, doa dan harapan terus mengiringi proses pencarian. Bagi keluarga dan rekan-rekan mereka, setiap penyisiran bukan sekadar operasi SAR, tetapi juga membawa satu harapan besar, yaitu menemukan seluruh rombongan dan membawa mereka kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat.

Di tengah ketidakpastian tersebut, dukungan masyarakat dan insan pers diharapkan tetap menjadi energi positif bagi keluarga. Informasi yang disampaikan pun perlu mengedepankan akurasi, empati, dan tidak menambah beban psikologis keluarga yang sedang menanti.

Semoga ikhtiar seluruh unsur pencarian segera membuahkan hasil. Semoga hari ini ada kabar baik yang dibawa pulang dan semoga lima jurnalis serta tiga awak kapal yang tengah dicari dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Doa terus dipanjatkan, pencarian terus dilakukan, dan asa tetap dijaga. ( HS/RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang,Gunung Anak Krakatau,operasi SAR Krakatau,jurnalis hilang kontak awak kapal hilang kontak

Share: