29 Jun 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG – Antusiasme masyarakat Kota Serang terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 terlihat begitu tinggi sejak hari pertama pendaftaran dibuka. Hingga pukul 10.00 WIB, jumlah pendaftar di 27 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri se-Kota Serang tercatat telah menembus angka 1.383 calon siswa.

Tingginya angka pendaftaran ini menjadi sinyal kuat bahwa sekolah negeri masih menjadi pilihan utama masyarakat, meskipun daya tampung yang tersedia sangat terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan empat jalur penerimaan yang dibuka pemerintah mendapat respons luar biasa dari masyarakat.

“Per hari ini jumlah pendaftar sudah mencapai 1.383 siswa di 27 SMP Negeri. Ini membuktikan masyarakat sangat antusias memanfaatkan empat jalur penerimaan yang telah disediakan,” ujar Ahmad Nuri.

Dari total angka tersebut, jalur domisili menjadi yang paling diminati dengan 945 pendaftar, disusul jalur afirmasi sebanyak 278 siswa, jalur prestasi 147 siswa, dan jalur mutasi sebanyak 13 siswa.

Meski lonjakan pendaftar cukup tinggi, Ahmad Nuri memastikan proses pendaftaran sejauh ini berjalan lancar. Hanya ditemukan satu kendala teknis saat data peserta tidak muncul di aplikasi, namun persoalan itu langsung ditangani melalui proses verifikasi.

“Tadi hanya ada satu kendala teknis, tetapi langsung kita selesaikan sesuai standar penerimaan SPMB. Secara umum sistem berjalan aman,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi gangguan sistem, pihak Dispendbud bahkan menyiagakan tim teknis penyedia aplikasi selama masa pendaftaran berlangsung.

“Kami sudah melakukan maintenance sistem. Penyedia aplikasi wajib standby di Kota Serang, sehingga jika ada gangguan bisa langsung ditangani,” tambahnya.

Namun tingginya animo masyarakat ini juga memperlihatkan persoalan klasik setiap tahun, yakni terbatasnya daya tampung sekolah negeri dibanding jumlah lulusan SD yang jauh lebih besar.

Saat ini total kapasitas SMP Negeri di Kota Serang hanya mampu menampung sekitar 8.559 siswa, sementara jumlah lulusan SD tahun ini mencapai sekitar 13 ribu siswa.

Sebagai solusi, Pemerintah Kota Serang mulai mendorong pemerataan akses pendidikan dengan menggandeng 14 sekolah swasta yang telah terintegrasi dalam sistem aplikasi SPMB.

Tak hanya itu, di bawah kepemimpinan , Pemkot Serang juga menyiapkan skema bantuan Bosda Rp50 juta per sekolah swasta bagi sekolah yang bersedia bekerja sama membebaskan biaya SPP siswa.

“Kalau tidak lolos sekolah negeri, masyarakat tetap punya pilihan sekolah swasta. Pemerintah juga sedang menyiapkan dukungan pembiayaan agar akses pendidikan tetap terbuka luas,” kata Ahmad Nuri.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Kota Serang, Mohammad Syukur mengatakan tahun ajaran 2026 pihak sekolah hanya membuka kuota 288 siswa baru yang terbagi dalam 8 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 36 siswa per kelas.

Keterbatasan kuota itu bukan tanpa alasan. Kondisi ruang kelas yang relatif kecil membuat sekolah tidak memungkinkan menerima siswa melebihi kapasitas yang ditentukan dalam petunjuk teknis.

“Rombel kita hanya delapan. Ukuran kelas kami berbeda dengan SMP lain seperti SMPN 1. Ruangan kami lebih kecil, jadi maksimal hanya 36 siswa per kelas sesuai juknis,” jelas Syukur.

Menurutnya, tim SPMB sebelumnya sudah melakukan survei langsung dan memastikan kapasitas tersebut merupakan batas maksimal yang diperbolehkan.

“Kalau dipaksakan lebih dari itu, posisi siswa akan terlalu padat bahkan sejajar dengan guru. Jadi memang tidak memungkinkan,” katanya.

Tahun ini SMPN 2 membuka empat jalur penerimaan, yakni zonasi 50 persen, afirmasi 20 persen, prestasi 25 persen, dan mutasi 5 persen.

Meski kuota hanya 288 siswa, animo masyarakat terus melonjak. Baru hari pertama, jumlah pendaftar sudah mencapai 135 siswa.

Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, jumlah pendaftar diperkirakan kembali membludak hingga 700 sampai 900 calon siswa.

“Prediksi saya sekitar 700-an yang mendaftar. Sementara yang diterima hanya 288 siswa. Artinya pasti banyak yang tidak lolos,” ungkap Syukur.

Tahun lalu, jumlah pendaftar SMPN 2 bahkan mencapai sekitar 800 siswa, membuat ratusan calon siswa harus menerima kenyataan gagal masuk sekolah negeri favorit.

Tingginya persaingan ini menjadi gambaran nyata bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan negeri di Kota Serang terus meningkat. Di sisi lain, pemerintah kini dituntut menghadirkan solusi konkret agar seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata tanpa harus bergantung pada sekolah favorit semata.( HS/RED)

Penulis : Benies Huseni 

Keyword:

pemkot serang,Wali Kota Serang ,SPMB 2026,Pendidikan Kota Serang

Share: