01 Sep 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG — Modernisasi pertanian di Provinsi Banten tidak cukup hanya dengan menghadirkan alat dan mesin pertanian (alsintan) berteknologi modern. Kemampuan sumber daya manusia, khususnya petani muda, dalam mengoperasikan teknologi menjadi faktor penting agar transformasi sektor pertanian benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan petani.

Hal tersebut menjadi perhatian Gubernur Banten Andra Soni saat melihat langsung berbagai peralatan pertanian modern, termasuk drone berukuran besar yang digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian.

Menurut Andra, penggunaan teknologi akan memberikan hasil maksimal apabila diikuti dengan peningkatan kapasitas dan keterampilan petani. Karena itu, pemerintah perlu mendorong lahirnya generasi petani yang tidak hanya produktif, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kita perlu menciptakan petani-petani milenial, petani-petani yang melek teknologi agar kelompok tani kita bisa makmur dan sejahtera,” ujar Andra.

Ia menilai, pendampingan menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan dari program modernisasi pertanian. Pemerintah, kata dia, perlu menyediakan tutor maupun tenaga ahli yang dapat mendampingi kelompok tani, mulai dari mengenal teknologi hingga mampu mengoperasikannya secara mandiri.

Bagi Andra, pemberian bantuan alat semata tidak akan cukup. Transfer pengetahuan harus berjalan beriringan sehingga teknologi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

“Petani tidak cukup hanya diberikan alat, tetapi juga harus dibekali kemampuan agar teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Andra juga mengingatkan bahwa keberhasilan modernisasi pertanian tidak semestinya hanya dilihat dari peningkatan produksi atau banyaknya hasil panen. Lebih jauh, teknologi harus mampu menciptakan efisiensi, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya memperbaiki taraf hidup petani.

“Yang saya minta adalah konsistensinya dan dukungan semua pihak agar petani kita benar-benar bisa sejahtera,” katanya.

Sejalan dengan dorongan tersebut, Wali Kota Serang Budi Rustandi menyatakan pemerintah daerah siap membangun sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten untuk menyiapkan petani muda yang mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern.

Budi mengatakan, langkah tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi lintas pemerintahan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada pengenalan alat, tetapi juga peningkatan kompetensi hingga sertifikasi.

“Ya tentunya dengan kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota dengan OPD masing-masing. Secara teknis akan membina sampai mensertifikatkan para petani ini yang milenial agar bisa memakai alat yang modern, termasuk drone, termasuk alat combine dan lain-lain,” ujar Budi, usai kegiatan Panen Bersama Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) Provinsi Banten yang digelar Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Banten di Poktan Tani Bakti, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, sertifikasi penting agar petani muda memiliki kompetensi yang terukur sekaligus mampu mengoperasikan berbagai peralatan pertanian modern secara aman dan efektif.

“Jadi, anak-anak petani, petani-petani muda tolong dibantu sampai mereka punya sertifikasi,” katanya.

Selain peningkatan kapasitas SDM, dukungan terhadap petani juga akan diperkuat melalui penyediaan alsintan. Budi menyebut bantuan peralatan tidak hanya bersumber dari pemerintah pusat, tetapi juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Banten.

“Selain pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten juga mengalokasikan bantuan alsintan kepada para petani di seluruh wilayah Banten,” ungkapnya.

Budi optimistis program modernisasi pertanian akan mendapat respons positif dari kalangan petani. Ia melihat antusiasme petani terhadap berbagai program dan teknologi pertanian saat ini cukup tinggi.

Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat regenerasi petani sekaligus mendorong sektor pertanian agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Optimistis, petaninya juga sangat antusias dan sangat luar biasa bahagia,” kata Budi.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri terkait atas berbagai program yang mulai diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo Subianto dan Pak Menteri yang sudah melaksanakan program-program ini. Memang visi-misi beliau untuk menjalankan pertanian sudah mulai dilaksanakan,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, serta dukungan teknologi dan peningkatan kapasitas petani muda, modernisasi pertanian diharapkan tidak berhenti pada distribusi bantuan alat. Lebih dari itu, transformasi tersebut harus bermuara pada lahirnya petani yang kompeten, mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.

Pada akhirnya, keberadaan drone, mesin combine, dan berbagai alsintan modern bukan sekadar simbol kemajuan teknologi di sektor pertanian. Teknologi tersebut harus menjadi instrumen nyata untuk menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan yang paling utama, meningkatkan kesejahteraan petani Banten.

( HS/RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang,Gubernur Banten,Wali Kota Serang,Modernisasi Pertanian,PM-ASS Provinsi Banten

Share: