14 May 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG – Euforia tak terbendung dalam gelaran Banten 12 Jam Menari di kawasan Royal Baroe, Minggu (3/5/2026). Selama 12 jam penuh, ratusan dancer tampil nonstop, menghadirkan kolaborasi tarian tradisional dan modern yang memukau ribuan pasang mata.

Sejak pagi hingga malam, tepatnya pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB, Perempatan Taman Sari dipenuhi lautan manusia. Arus penonton mengalir hingga ke kawasan Pasar Royal, menciptakan suasana semarak yang tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi warga.

Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Selain memadati jalan, banyak warga yang rela naik ke atap ruko demi menyaksikan pertunjukan dari ketinggian. Aksi para penari pun kian memikat saat mereka turun dari panggung dan menari langsung di tengah jalan, menciptakan pengalaman interaktif yang jarang ditemui.

Di tengah kemeriahan tersebut, Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, terlihat membaur tanpa jarak. Ia berkeliling menyapa warga, melayani swafoto, hingga menikmati suasana dari tengah kerumunan, bukan dari panggung kehormatan.

Tak hanya hadir sebagai tamu, Agis juga ikut menghidupkan denyut ekonomi dengan membeli makanan dan minuman dari pedagang di sekitar lokasi. Kehadirannya disambut hangat oleh masyarakat yang antusias berinteraksi langsung.

“Ke depan, event seperti ini akan terus kita dorong. Tidak hanya seni tari, tapi juga berbagai kesenian lainnya,” ujar Agis.

Ia menegaskan, penyelenggaraan event kreatif menjadi strategi penting dalam mendorong Kota Serang sebagai “Kota Event” yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Dampaknya mulai terasa nyata. Keramaian yang tercipta turut meningkatkan pendapatan pedagang dan pelaku usaha kecil. Pemerintah Kota Serang pun tengah menyiapkan langkah lanjutan dengan menggagas pasar seni sebagai ruang ekspresi sekaligus penguatan ekonomi kreatif.

“Ke depan, kita juga akan siapkan pasar seni,” tambahnya.

Gelaran Banten 12 Jam Menari menjadi bukti bahwa kekuatan seni mampu menghidupkan kota, menyatukan masyarakat, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. (DK/RED)

Keyword:

kota serang, Royal Baru,nur agis aulia

Share: