28 Aug 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG – Aktivitas warga di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, kini tak hanya dipadati lalu-lalang masyarakat, aktivitas perdagangan, dan berbagai kegiatan sosial. Sejak awal Agustus 2026, ruang publik tersebut juga semakin terkoneksi dengan hadirnya fasilitas WiFi publik gratis yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang.

Fasilitas internet publik itu dipasang pada 8 Agustus 2026 di enam titik strategis kawasan Royal Baroe. Masing-masing berada di Simpang 3 Tamansari, Simpang 4 Tamansari, depan Toko Roti’O, Simpang 3 Royal Baroe, depan Toko Ananda, dan Simpang 4 Pocis.

Kehadiran WiFi publik ini menjadi langkah sederhana namun penting di tengah semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi sebagian warga, koneksi internet mungkin sekadar digunakan untuk berkirim pesan atau membuka media sosial. Namun bagi yang lain, internet menjadi pintu menuju berbagai kebutuhan—mulai dari mencari informasi, mengakses layanan digital, menyelesaikan pekerjaan, mengikuti pembelajaran, hingga menunjang aktivitas ekonomi.

Di tengah keramaian Royal Baroe, fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari wajah baru ruang publik Kota Serang: ruang yang tidak hanya menjadi tempat bertemu, tetapi juga tempat masyarakat terhubung dengan dunia digital.

Penyediaan WiFi publik memberikan peluang bagi masyarakat untuk menikmati akses internet tanpa harus selalu mengandalkan paket data pribadi.

Bagi pelajar dan mahasiswa, akses tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari bahan pembelajaran maupun mengerjakan tugas. Bagi pelaku usaha kecil, koneksi internet dapat membantu aktivitas promosi, komunikasi dengan pelanggan, hingga mendukung transaksi digital.

Sementara bagi masyarakat umum dan pengunjung kawasan Royal Baroe, keberadaan WiFi gratis dapat menjadi fasilitas pendukung ketika membutuhkan akses informasi secara cepat.

Dengan demikian, internet publik bukan semata persoalan konektivitas, tetapi juga bagian dari upaya memperluas kesempatan masyarakat untuk memanfaatkan teknologi secara produktif.

Penempatan WiFi di enam titik strategis menunjukkan bahwa akses internet publik diarahkan agar dapat menjangkau area yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Simpang-simpang jalan dan kawasan sekitar pusat aktivitas warga dipilih sebagai lokasi pemasangan sehingga manfaatnya diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat yang sedang beraktivitas maupun pengunjung Royal Baroe.

Langkah ini juga sejalan dengan perubahan pola kehidupan masyarakat yang semakin bergantung pada konektivitas digital.

Kini, banyak hal dapat dilakukan melalui telepon genggam. Informasi diperoleh dalam hitungan detik, komunikasi berlangsung tanpa mengenal jarak, dan berbagai layanan publik maupun ekonomi semakin terintegrasi secara digital.

Karena itu, menghadirkan akses internet di ruang publik dapat dipandang sebagai bagian dari membangun ekosistem kota yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Di balik sinyal internet yang tersedia, ada peluang yang jauh lebih besar. Ketika akses digital semakin mudah dijangkau, masyarakat memiliki ruang lebih luas untuk belajar, bekerja, berkomunikasi, berkreasi, dan mengembangkan usaha.

Inilah nilai konstruktif dari keberadaan WiFi publik di Royal Baroe. Infrastruktur digital yang tampak sederhana dapat menjadi salah satu pendukung tumbuhnya aktivitas masyarakat apabila dimanfaatkan secara bijak dan produktif.

Ke depan, fasilitas semacam ini juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ruang publik yang semakin ramah teknologi—sebuah ruang di mana masyarakat dapat berinteraksi secara langsung sekaligus tetap terhubung dengan informasi dan layanan digital.

Bagi Kota Serang, langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju kota yang semakin terkoneksi.

Dan bagi warga yang melintas, duduk sejenak, beraktivitas, atau berkumpul di kawasan Royal Baroe, WiFi gratis bukan hanya tentang mendapatkan sinyal internet. Ia adalah tentang membuka akses—akses terhadap informasi, kesempatan, dan dunia yang semakin digital.

( HS/RED )

Penulis: Benies Husaeni

Keyword:

Share: