28 Aug 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali menggencarkan program Kejar Berbudi (Satu Rekening Satu Pelajar, Belajar Menabung Sejak Dini). Setelah berjalan di jenjang SMP selama dua tahun, program tersebut mulai diperluas ke jenjang sekolah dasar (SD) pada 2026.

Untuk tahap awal, program Kejar Berbudi menyasar delapan SD Negeri di Kota Serang melalui kolaborasi Pemkot Serang dengan perbankan, salah satunya Bank BJB KCK Banten.

Delapan sekolah tersebut yakni SDN Serang 02, SDN Serang 11, SDN BIP, SDN Kaligandu, SDN Kuranji, SDN Gedeg, SDN Drangong 1, dan SDN Harjamukti.

Asisten Daerah II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan pengembangan program ini merupakan salah satu upaya Pemkot Serang untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkuat pendidikan karakter anak sejak usia sekolah.

“Yang kita kembangkan sekarang program Kejar Berbudi di jenjang SD Negeri. Kita coba sasarannya di delapan SD Negeri,” kata Yudi, usai melangsungkan launching bertempat di SD 2 Negeri Jl. Kimasjong No.1 Kel. Kota baru, kec. Serang, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, program tersebut tidak bersifat wajib. Pemkot Serang memberikan ruang kepada sekolah dan orang tua untuk menentukan pilihan perbankan yang akan digunakan.

“Tidak ada paksaan, tidak wajib. Jadi kalau sekolah sudah bekerja sama dengan salah satu perbankan, misalkan sudah menabung di bank A atau bank B, silakan dilanjutkan,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, rekening tabungan dalam program tersebut dibuat atas nama masing-masing pelajar. Setelah peluncuran, pihak sekolah akan melanjutkan dengan sosialisasi kepada orang tua murid dan para guru.

Pemkot Serang, lanjut Yudi, juga berupaya menggandeng berbagai perbankan, termasuk Bank BJB dan Bank Banten, sehingga program tidak hanya berhenti pada aktivitas menabung, tetapi berkembang menjadi ekosistem kerja sama yang saling menguntungkan.

Menurutnya, sekolah yang aktif menabung bahkan dapat memperoleh apresiasi maupun peluang dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) perbankan.

“Kalau sekolah punya kegiatan, bisa mengajukan CSR atau bantuan. Seperti kemarin ada SMP yang berangkat lomba marching band ke Jakarta dan dibantu. Karena adanya hubungan timbal balik. Sekolah menyimpan uang di perbankan, perbankan juga punya produk CSR yang bisa memberikan bantuan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Bank BJB KCK Banten, Dani Sumardani, mengatakan Kejar Berbudi bukan sekadar program membuka rekening bagi pelajar. Lebih jauh, program tersebut dirancang untuk mengenalkan pengelolaan keuangan kepada anak sejak dini.

“Program Kejar Berbudi mengajarkan anak untuk punya tujuan, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan,” kata Dani.

Ia menilai kebiasaan mengelola uang perlu dibangun sejak bangku sekolah dasar agar anak memiliki fondasi literasi keuangan ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Program tersebut, kata Dani, dirancang berjenjang mulai dari SD, SMP hingga SMA dengan produk tabungan yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan pelajar.

Untuk jenjang SD dan SMP, misalnya, tersedia produk Simpanan Pelajar (Simpel). Sementara pada jenjang berikutnya, Bank BJB juga menyiapkan produk lanjutan yang menyesuaikan fase pendidikan dan perkembangan usia nasabah.

“Kita berharap anak-anak ke depannya belajar untuk mengelola keuangan, di antaranya dengan program menabung. Tidak hanya pada generasi saat ini, tetapi kebiasaan ini diharapkan menular ke generasi-generasi berikutnya,” ujarnya.

Dani menambahkan, program Kejar Berbudi di tingkat SMP sebenarnya telah berjalan. Sejumlah SMP Negeri di Kota Serang telah bekerja sama dengan Bank BJB, antara lain SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 7, SMPN 13, SMPN 14, dan SMPN 15 Kota Serang.

Selain itu, Bank BJB juga telah menjalankan program serupa di sekolah lain melalui kolaborasi dengan OJK maupun secara mandiri.

Semangat menyambut program tersebut juga datang dari SDN Serang 02. Kepala SDN Serang 02, Salmi, menyebut Kejar Berbudi sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik.

“Bagi kami ini luar biasa karena salah satu pendidikan karakter. Tujuannya agar putra-putri kami bisa menyisihkan uang jajannya dan menjadi bekal kelak. Mereka terbiasa dalam pendidikan karakternya,” ujar Salmi.

Menariknya, program menabung sebenarnya bukan hal baru bagi SDN Serang 02. Sekolah tersebut pernah bekerja sama dengan Bank BJB pada 2018. Namun, aktivitas tersebut terhenti akibat pandemi Covid-19.

Kini, program menabung kembali dihidupkan melalui Kejar Berbudi.

“Dulu kami pernah melakukan, bahkan bekerja sama dengan pihak BJB pada 2018. Namun terhalang Covid sehingga terhenti. Sekarang kami kembali memulai,” katanya.

Untuk tahap awal, SDN Serang 02 memperkirakan sekitar 500 pelajar akan mengikuti program tersebut, terutama dari kelas 4, 5, dan 6, dengan peluang melibatkan kelas lainnya.

Bagi Salmi, kehadiran program ini memberikan alternatif yang lebih terarah dibandingkan kebiasaan menabung secara manual yang sebelumnya belum berjalan di sekolah.

“Kami merasa sangat terbantu,” tuturnya.

Program Kejar Berbudi pun diharapkan tidak berhenti pada pembukaan rekening. Lebih dari itu, kebiasaan menyisihkan sebagian uang jajan secara rutin diharapkan menjadi bagian dari keseharian anak-anak Kota Serang.

Sebab, dari kebiasaan sederhana menyimpan uang hari ini, pemerintah dan dunia pendidikan berharap lahir generasi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, mampu menentukan tujuan keuangan, serta memiliki bekal untuk merencanakan masa depannya. ( HS/RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang,Wali Kota Serang ,Asisten Daerah II Kota Serang, Literasi Keuangan,Menabung sejak dini,Bank Banten,Bank BJB

Share: