KOTA SERANG – Rasa cemas yang membendung sejak pagi akhirnya luluh menjadi jerit haru di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, Kamis (6/8/2026) siang. Lilis Suryani (60), seorang ibu warga Perumahan Ciracas Permai, terpaksa memberanikan diri mengetuk pintu ruang kerja Wali Kota Serang, Budi Rustandi, demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman penggusuran.
Hari itu merupakan batas akhir pembayaran tunggakan kontrakan rumah yang ia tempati bersama keluarganya. Segala upaya telah ditempuh, namun jalan buntu terus menyapa hingga sang suami yang terbaring sakit memberi dorongan terakhir untuk meminta pertolongan langsung kepada orang nomor satu di Kota Serang tersebut.
Datang mendampingi sang ibu, Sanda (29) menguatkan langkah Lilis menembus Puspemkot. Kehadiran mereka membawa kisah getir perjuangan hidup keluarga yang berjuang menopang kepala keluarga penderita stroke selama lima tahun terakhir.
"Siang ini bantuan belum dapat. Tadi suami saya yang sakit menyarankan untuk menemui Bapak Wali Kota Serang, Budi Rustandi, untuk memohon bantuan," tutur Lilis dengan mata berkaca-kaca.
Keberanian Lilis membuahkan hasil. Wali Kota Budi Rustandi merespon cepat kondisi darurat yang dialami tamunya tersebut. Uluran bantuan langsung diserahkan untuk melunasi seluruh tunggakan kontrakan, membebaskan Lilis dan keluarganya dari kepungan ketakutan hilangnya tempat tinggal.
Bagi Lilis, kepedulian Budi Rustandi bukanlah hal baru. Ia mengenang sosok Wali Kota Serang tersebut sebagai pemimpin yang kerap hadir dalam kesulitan warga kecil, bahkan di momen-momen istimewa seperti Hari Raya.
"Alhamdulillah, Pak Wali telah membantu keluarga kami, sehingga hari ini bisa menunaikan tunggakan kontrakan. Pak Wali mah sering ngebantu saya, yang kecil juga. Lebaran juga enggak pernah lupa. La haula walā quwwata illā billāh, Bismillah alhamdulillah," ungkap Lilis penuh syukur.
Di balik pertolongan cepat tersebut, pertemuan ini juga menyuarakan potret nyata perihal efektivitas pendataan bantuan sosial (bansos) di tingkat bawah. Lilis membeberkan bahwa meski kondisi suaminya telah stroke selama lima tahun dan rutin mengajukan berkas persyaratan, bantuan pemerintah resmi tak kunjung mereka terima sejak masa pandemi Covid-19.
"Bapaknya stroke sudah 5 tahun, tapi bansos enggak turun-turun dari awal Covid. Padahal sering ngajuin, sering ngumpulin kalau disuruh," tambahnya.
Sanda, sang putri, menambahkan bahwa beban ekonomi keluarga memang belum pulih akibat biaya perawatan sang ayah yang tak sedikit. Bantuan mendadak dari Wali Kota menjadi napas baru bagi keberlangsungan hidup mereka.
"Ucapan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan yang diberikan. Semoga ini bisa sangat membantu dan bermanfaat untuk kami," ujar Sanda.
Momen hangat di Puspemkot Serang ini menjadi bukti nyata pentingnya respons cepat seorang kepala daerah dalam situasi darurat warga. Di sisi lain, kejadian ini diharapkan menjadi pemicu evaluasi bagi dinas terkait agar validasi data penerima bantuan sosial di Kota Serang semakin presisi, sehingga warga rentan seperti keluarga Lilis tak lagi terlewat dari jangkauan program pemerintah.
( HS/RED)
Penulis : Benies Husaeni
Keyword:
pemkot serang,Wali Kota Serang ,Bantuan Sosial
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG