28 Apr 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG– Wali Kota Serang Budi Rustandi turun langsung tinjau proyek betonisasi jalan. Langkah ini jadi jawaban cepat Pemkot atas keluhan warga soal jalan rusak yang ganggu ekonomi dan mobilitas.

Dua titik disorot: Sadik-Simanggu di Walantaka dan Jakung Gedeg-Cikoak di Taktakan. Keduanya masuk 17 proyek prioritas yang dikebut tahun ini.

Budi Rustandi menegaskan, meski ada efisiensi, anggaran pro rakyat tetap jalan. Infrastruktur jadi prioritas.

“Kami pemerintah Kota Serang terus semangat membangun. Banyak anggaran di era kami yang pro terhadap rakyat, termasuk infrastruktur,” ujar Budi saat tinjauan, Senin 27 April 2026.

Untuk jaga ritme pembangunan, Pemkot siapkan manuver: tarik saham di Bank BJB. Sesuai arahan Presiden, dana daerah jangan mengendap di bank. Harus segera dibelanjakan untuk fasilitas publik.

“Ke depan, saham di BJB akan kita tarik untuk dipergunakan bagi kepentingan infrastruktur jalan agar roda ekonomi masyarakat terus bergerak,” tegasnya.

Sementara itu, Ka. DPUPR Iwan Sunardi mencatat capaian menggembirakan. Kekurangan jalan mantap di Kota Serang tinggal 12 persen. 

Dikatakan dia, Proyek betonisasi Walantaka dan Taktakan ini bagian dari 17 titik yang dikerjakan serentak tahun ini. Jika fokus anggaran terjaga, Iwan optimis seluruh persoalan jalan tuntas pada 2028.

Di Kecamatan Walantaka, kata dia jalur Sadik-Simanggu sepanjang 900 meter tengah dibeton. Kepala Dinas PUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, menyebut proyek ini makan anggaran Rp2,4 miliar.

Wilayah ini langganan rusak tiap hujan deras. Karena itu penanganannya dibuat permanen dengan sistem beton. 

“Perbaikan ini dinilai krusial karena wilayah tersebut sering mengalami kerusakan parah setiap kali intensitas hujan meningkat,” kata Iwan.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan bahwa Tantangan berbeda berada di wilayah Taktakan. Topografi pegunungan bikin Pemkot tak cuma betonisasi jalan 1,15 kilometer senilai Rp5 miliar, tapi juga bangun Tembok Penahan Tanah (TPT).

"TPT jadi tameng antisipasi longsor yang selama ini dikeluhkan warga Jakung Gedeg dan Cikoak. Jalan bagus, tebing aman, aktivitas warga lancar," Jelasnya

Pemkot tak menutup opsi kolaborasi. Jika APBD butuh dukungan tambahan, koordinasi dengan pusat dan provinsi siap dilakukan. 

"Tujuannya satu: percepat lompatan Serang jadi kota maju. Jalan mulus, ekonomi muter, warga tak lagi terhambat lubang dan longsor," ujarnya. ( HS/RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang,Wali Kota Serang,DPUPR Serang

Share: