09 May 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG – Status ibu kota provinsi makin terasa. Kota Serang kini resmi naik kelas jadi pusat pertumbuhan baru Banten. Data BPS per 5 Mei 2026 mencatat: dari 100 warga usia di atas 5 tahun, 3–4 orang adalah pendatang baru dalam lima tahun terakhir.  

Migrasi deras ini jadi sinyal jelas. Kota Serang dilirik karena tiga hal: ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Kota ini bergerak jadi simpul aktivitas Banten.  

Magnet Kota Serang tak lepas dari proyek besar. Kawasan Industri Sawah Luhur terus dikebut hingga triwulan I 2026. Ditambah Tol Serang–Panimbang dan Serpong–Balaraja, konektivitas Banten makin terbuka. Efeknya langsung: posisi Kota Serang sebagai hub ekonomi baru makin kuat.  

Banten sendiri tumbuh 5,64% year-on-year di triwulan I 2026. Industri pengolahan, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga jadi mesinnya. Sebagai ibu kota, Serang kebagian berkah di sektor jasa, dagang, dan konstruksi. Momentum hari besar keagamaan (PHBI) juga ikut memutar roda ekonomi kota.  

Sementara itu, TPT Banten masih 6,59% per Februari 2026. Lapangan kerja banyak di dagang, industri, pertanian. Masalahnya, pekerja informal naik dibanding tahun lalu. Artinya, kerja formal masih terbatas.  

Mayoritas tenaga kerja juga masih lulusan menengah ke bawah. Kabar baiknya, tren pendidikan tinggi mulai naik.  

Dari sisi penduduk, Kota Serang punya amunisi. TFR 2,06, di atas rata-rata Banten 1,96. Angka kematian bayi 12,20 per 1.000 kelahiran hidup, sudah membaik. Lansia masih di bawah 10%, artinya usia produktif mendominasi.  

Ketimpangan gender Banten juga membaik. IKG 2025 di 0,418, lebih baik dari tahun sebelumnya. Meski Serang masih lebih tinggi dibanding kota lain, trennya positif menuju pembangunan inklusif.  

BPS ingatkan: migrasi tinggi butuh jawaban. Lapangan kerja, rumah, infrastruktur, layanan publik harus siap. Konektivitas Banten Utara-Selatan juga wajib dikebut agar pertumbuhan tak numpuk di satu titik.  

Kota Serang kini di persimpangan penting. Jadi motor ekonomi daerah sekaligus hadapi tekanan urbanisasi. Jika dikelola tepat, bonus demografi dan arus migrasi bisa jadi bahan bakar Serang melesat. Jika tidak, kemacetan sosial mengintai.  ( HS / RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang,BPS Banten

Share: