29 Apr 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG – Suasana haru pecah di halaman SMPN 5 Kota Serang. Ribuan siswa SMP se-Kota Serang tumpah ruah gelar doa bersama usai menuntaskan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) tahun ajaran 2025/2026. Baik secara langsung maupun melalui virtual zoom meeting. 

Tidak hanya berdoa, seluruh siswa juga melangsungkan tadarus (membaca Al-Qur'an) secara bersama-sama Seluruh siswa. Senyum lega, peluk guru, dan tangis bahagia menjadi penutup perjuangan panjang mereka.

Wali Kota Serang Budi Rustandi hadir langsung di tengah murid. Orang nomor 1 di Kota Serang itu menyampaikan Pesannya kepada seluruh siswa tentang pentingnya keseimbangan antara ilmu dan amal baik atau Budi pekerti.

Menurutnya, bahwa pintar bidang pengetahuan (knowledge) saja tidak cukup. Akan tetapi harus bisa diimbangi dengan akhlak yang baik.

"Hari ini adalah hari yang istimewa. Setelah melewati masa belajar yang serius, penuh perjuangan, dan mungkin juga penuh rasa deg-degan karena menghadapi PSAJ, hari ini kita berkumpul untuk bersyukur dan berdoa bersama," ujar Budi dalam sambutannya di SMPN 5 Kasemen, Rabu 29 April 2026.

Budi menyebut momen syukuran ini penyempurna ikhtiar. Belajar sudah, ujian sudah, kini waktunya tunduk bersyukur.

"Kita harus membiasakan diri untuk selalu bersyukur dalam kehidupan, rajin berdoa dalam setiap langkah, dan terus belajar supaya menjadi anak-anak hebat yang pintar sekaligus punya akhlak yang baik," pesannya.

Kemudian, Ia mengaris bawahi, formula sukses dunia akhirat adalah ilmu plus akhlak yang baik. 

"Karena pintar saja belum cukup. Kalau ingin sukses dunia dan akhirat, harus berilmu dan juga berbudi pekerti," ungkapnya

Di hadapan ribuan siswa, Budi sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perjuangan telah diselesaikan Ujian Akhir.

"Saya bangga sekali kepada anak-anakku semua. Kalian sudah berjuang menyelesaikan ujian. Itu luar biasa," ungkapnya.

Budi mengatakan bahwa perjuangan masih belum selesai. Jenjang kedepan masih Mesti harus ditempuh dan di lalui.

"Tugas berikutnya: jangan berhenti. Terus melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan jangan takut bermimpi," ungkapnya

Dikatakan Budi, Doa bersama ini bukan acara seremonial. Kegiatan masuk dalam Program Serang Mengaji, merupakan ikhtiar Pemkot Serang membumikan Al-Qur’an di hati anak-anak.

"Saya juga senang karena kegiatan ini menjadi bagian dari program Serang Mengaji. Karena kalau hati dekat dengan Al-Qur’an, insyaallah hidupnya akan terarah," kata Budi.

Budi tak lupa beri hormat ke para pendidik. Dedikasi guru mendampingi siswa dari bimbel subuh sampai detik terakhir PSAJ adalah amal jariyah.

"Kepada Bapak dan Ibu Guru, saya juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kasih sayangnya dalam mendidik anak-anak kita. Semoga menjadi amal jariyah," pungkasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Ahmad Nuri, mengungkapkan bahwa program pengentasan buta huruf kitab suci ini menyasar satuan pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan hasil yang sangat memuaskan. 

Pihaknya menargetkan pada bulan Juli mendatang, seluruh siswa kelas sembilan sudah dipastikan mampu membaca Al-Qur'an secara fasih sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas.

"Satu hal yang menjadi sorotan utama dari keberhasilan Serang Mengaji adalah kemandirian finansial dalam pelaksanaannya," katanya 

Ahmad Nuri menegaskan bahwa seluruh pergerakan program keagamaan ini murni tidak menggunakan kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 

"Jika dikalkulasikan secara rasional, biaya pengadaan kitab suci berkualitas, biaya operasional bagi para relawan, hingga tenaga guru pengajar bisa menelan anggaran negara hingga miliaran rupiah," ucapnya. ( HS/RED )

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang,Wali Kota Serang,SMPN 5 Kota Serang,PSAJ 2026

Share: