10 Jun 2026
WIB
Berita Pemerintah

 KOTA SERANG – Jantung Kota Serang bersiap mengalami transformasi besar. Proyek revitalisasi Alun-Alun Barat dan Timur Kota Serang dipastikan segera dimulai. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa pembangunan tahap awal akan digenjot mulai bulan depan dengan target rampung total pada Desember 2026.

Langkah agresif ini diambil demi menyuguhkan fasilitas publik yang representatif bagi warga Smart City Serang di akhir tahun nanti.

Sempat melalui proses review akibat penyesuaian aturan pengupahan—dari analisa terdahulu yang bergeser dari 0,5 menjadi 0,2—proyek strategis ini kini sudah resmi masuk meja lelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kota Serang.

 "Sudah masuk ke lelang setelah review. Mudah-mudahan segera ada pemenangnya, jadi bisa langsung eksekusi pembangunan di Alun-Alun Kota Serang," ujar Budi Rustandi saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, Senin (18/5/2026).

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sengaja memilih strategi percepatan mengingat linimasa yang kian mepet.

"Targetnya bulan depan sudah mulai bangun untuk tahap awal. Kita mengejar Desember itu sudah selesai, jadi bisa launching bareng," tambahnya optimis.

Wali Kota Budi memberikan atensi dan meminta Kepala Dinas PUPR, Iwan Sunardi, untuk memfilter pemenang secara ketat.

Adapun  Kompetensi Utama, yaitu Kontraktor wajib memiliki modal sehat dan rekam jejak berkelas.
 
"Jangan sampai pengusaha ecek-ecek. Jangan sampai nanti bangun tapi pinjam-pinjam duit sama orang. Sekarang kita harus tegas, bangun harus beres," cetus Wali Kota

Demi menjaga akuntabilitas dan mencegah kerugian negara, Pemkot Serang tidak berjalan sendiri. Proyek Alun-Alun ini masuk dalam radar 17 Titik Proyek Strategis Daerah (PSD) berskala besar yang mendapatkan pendampingan hukum ketat dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.

 "Baru di era pemerintahan saya dan Pak Agis pembangunan berskala besar seperti ini digenjot. APBD Kota Serang langsung saya cek, tidak ada lagi anggaran yang tidak menyentuh masyarakat. Semua diprioritaskan untuk infrastruktur, jalan, pendidikan, dan kesehatan," tegas Budi.

Selain estetika alun-alun, Pemkot juga berencana membongkar sejumlah fasilitas yang dinilai merusak pemandangan kota, salah satunya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan alun-alun.
 
 Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mematangkan kajian ulang (review design) bersama dinas terkait demi menyempurnakan konsep perencanaan awal.

Langkah cermat ini diambil agar tidak ada perubahan kontrak di tengah jalan (Change Contract Order/CCO) yang berpotensi menghambat progres fisik. Proyek Strategis ini, lanjut Iwan menggunakan APBD Murni tahun 2026, senilai 48 miliar.

"Kita kaji betul-betul karena ini program unggulan dan strategis. Terkait lelang, itu sepenuhnya ranah BPBJ, kami tidak ikut campur. Nanti kalau sudah ada pemenang, baru kita evaluasi bersama," pungkas Iwan.

Di samping megaproyek alun-alun, Pemkot Serang juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penataan perlintasan sebidang kereta api demi mengurai kemacetan kota. Kebijakan strategis ini mendahulukan penataan di kawasan Frontage Unyur, yang nantinya akan disusul oleh kawasan Kaligandu.

Langkah maraton infrastruktur di tahun 2026 ini diharapkan mampu mengubah wajah Kota Serang menjadi lebih modern, tertata, dan ramah bagi seluruh warganya. ( HS/RED)

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

Pemkot Serang,Wali Kota Serang,PUPR Kota Serang,Revitalisasi Alun-Alun Kota Serang

Share: