03 Feb 2026
WIB
Berita Pemerintahan

KOTA SERANG - Bulan Sya'ban dikenal sebagai bulan yang mulia, bahkan Rasulullah Saw menyebutkannya dengan sabda yang artinya "Sya'ban adalah bukanku." Hal ini membuat para ulama memberikan perhatian khusus terhadap bulan yang berada menjelang Ramadhan ini.
 
Kenapa Sya'ban Sebagai Bulan Shalawat Kepada Nabi?. Menurut Syaikh Abd al-hamid bin Muhammad Ali Qudus dalam kitab Kanz an-Najah wa as-surur, Sya'ban merupakan bulan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Mengutip dari Tuhfah al-Ikhwan, beliau menekankan hubungan khusus antara bulan ini dengan Rasulullah. Beliau menerangkan Jika Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an, maka Sya'ban adalah bulan untuk mempererat cinta kepada Nabi.
 
Kemudian, Bagaimana Asal-Usul Nama Sya'ban? Para ulama menjelaskan asal-usul penamaan bulan ini dengan berbagai pendekatan. Ibnu Katsir menyatakan bahwa nama Sya'ban berasal dari Tasha'uba al-qaba'il, yaitu kondisi di mana kabilah-kabilah Arab terpecah dan menyebar untuk berbagai urusan seperti ekspedisi dan peperangan. 

Sementara itu, Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki memberikan makna yang lebih spiritual, yaitu bahwa Sya'ban dinamakan demikian karena darinya mengalir banyak kebaikan.
 
disebut dengan Nisfu Sya'ban: Malam Penetapan Takdir. Merupakan Salah satu peristiwa penting di bulan Sya'ban adalah malam pertengahan atau nisfu Sya'ban. Banyak ulama menerangkan bahwa pada malam tersebut terjadi penetapan dan pencatatan takdir manusia untuk satu tahun ke depan. Diriwayatkan dari Atha bin Yasar Ra., bahwa pada malam itu malaikat maut mencatat siapa saja yang akan wafat mulai dari Sya'ban tahun itu hingga Sya'ban berikutnya.
 
Syaikh Abd al-hamid bin Muhammad Ali Qudus menjelaskan bahwa hikmah dari pencatatan ini adalah sebagai dorongan (targhib) dan peringatan (tarhib). Sebelum malam tersebut tiba, umat muslim terdorong untuk memperbanyak kebaikan. Saat malam itu tiba, mereka dianjurkan untuk menghidupkannya dengan ibadah, dan setelahnya tetap menjaga ketaatan dengan rasa waspada dan rendah hati.
 
Sebuah hadits juga menyatakan bahwa barangsiapa yang menghidupkan lima malam khusus akan mendapatkan surga, di antaranya adalah malam nisfu Sya'ban, bersama dengan malam tarwiyah, malam Arafah, malam Nahr (Idul Adha), dan malam Idul Fitri.
 
Adapun Amalan Khusus Malam Nisfu Sya'ban yang sering dilangsungkan oleh kaum muslimin Indonesia bersumber dari riwayat yang mat'sur. Di antaranya adalah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda:
 
- Bacaan pertama: Niat panjang umur
- Bacaan kedua: Niat menolak bala (bencana, penyakit, dan musibah)
- Bacaan ketiga: Niat mencukupkan diri dari ketergantungan kepada manusia
 
Setelah membaca Surat Yasin, dianjurkan untuk membaca doa khusus nisfu Sya'ban.
 
Sumber: akun Ig pondokLirboyo
Referensi: 
 
- Kanz an-Najah wa al-surur karya Abd al-hamid bin Muhammad Ali bin Abd al-Qadir (Maktabah al-Kamal), hlm. 57
- Tafsir Al-Qur'an al-Azim karya Abu-al Fida Isma'il bin Umar bin Katsir, cetakan II (Riyadh: Day Tayyibah Li Al-Nasyr wa al-Tauzi, 1420 H/1999 M) Jilid 4, hlm. 147. (HS/RED)

 

Penulis artikel : Benies Husaeni
 
 

Keyword:

Bulan Sya'ban,Keutamaan Sya'ban,Nifsu Sya'ban

Share: