22 Jan 2026
WIB
Berita Pemerintahan

KOTA SERANG – Era digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, di mana kehadiran smartphone semakin masif dan sulit untuk dibendung. Menyikapi hal ini, berbagai upaya preventif serta sosialisasi edukasi terus digalakkan oleh berbagai instansi pemerintah dan perguruan tinggi di seluruh negeri. Kegiatan terkait parenting, seminar, hingga program pendampingan terus diadakan secara berkelanjutan, baik melalui webinar daring maupun kegiatan luring yang dilakukan secara tatap muka.
 
Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang jatuh setiap tanggal 31 Agustus – yang juga diperingati bersamaan dengan HUT Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) – perhatian terhadap kualitas pendidikan bagi anak-anak usia dini semakin menjadi fokus utama bagi para praktisi dan aktivis pendidikan.
 
Dr. Hj. Dewi Cahyaningrat, seorang pendidik sekaligus aktivis pendidikan yang dikenal akrab dengan sapaan Bu Hj, mengungkapkan kekhawatirannya mendalam terkait perkembangan pendidikan anak usia dini di tengah maraknya penggunaan gadget. Menurutnya, banyak anak di kelompok usia dini yang telah terpengaruh secara signifikan oleh keberadaan perangkat elektronik tersebut, diperparah dengan kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua.
 
“Gadget memiliki daya tarik yang luar biasa dan dapat membius anak-anak kita tanpa memandang usia. Saya ingin mengingatkan bahwa orang tua adalah figur utama dalam perkembangan anak mereka – peran mereka tidak dapat digantikan oleh apapun, termasuk gadget,” tegas Bu Hj dalam salah satu acara sosialisasi yang diadakan di Kota Serang.
 
Selain masalah penggunaan gadget yang berlebihan, Bu Hj juga menyoroti fenomena kekhawatiran berlebihan dari orang tua yang justru dapat menghambat perkembangan anak. Menurutnya, banyak orang tua yang terlalu protektif sehingga membuat anak-anak usia dini kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keberanian dan kemandirian yang sangat penting bagi pertumbuhan mereka.
 
“Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang dengan cara yang langsung menyentuh realitas di lapangan. Orang tua harus sedikit membatasi penggunaan gadget pada anak-anak mereka, sehingga kelak mereka dapat membangun mindset yang kuat untuk menghadapi dunia nyata dan mengurangi tingkat kekhawatiran yang tidak perlu,” tambahnya.
 
Pengalaman langsung yang diperolehnya saat mengunjungi Jepang pada tanggal 08 Oktober 2024 lalu menjadi contoh nyata tentang bagaimana pendidikan usia dini dapat mengedepankan nilai-nilai kemandirian dan mengurangi ketergantungan pada gadget. Menurut Bu Hj, prinsip edukasi yang menekankan kemandirian dan keberanian sudah mulai diterapkan secara konsisten di negara Sakura tersebut.
 
“Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana guru PAUD di Jepang melatih anak-anak usia dini untuk melakukan aktivitas yang mengasah kemandirian mereka. Salah satu contohnya adalah saat mereka mengajak anak-anak menyeberang jalan dengan menggunakan ikatan tali. Anak-anak berjalan bergandengan melalui tali tersebut, sambil bernyanyi dan bergembira, dengan dibimbing oleh guru yang berada di depan dan belakang barisan,” cerita Bu Hj dengan semangat.
 
Melalui pengalaman tersebut, Bu Hj berharap bahwa sistem pendidikan usia dini di Indonesia dapat lebih banyak mengedepankan pengembangan kemandirian dan keberanian anak-anak, bukan hanya fokus pada pencapaian kemampuan akademik semata.
 
“Mari kita sama-sama meningkatkan kesadaran bersama tentang fungsi sebenarnya dari pendidikan anak usia dini – yaitu membentuk dasar yang kuat bagi perkembangan holistik anak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya dengan harapan yang tinggi.
 
Perayaan HUT PAUD dan HIMPAUDI tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan berkontribusi dalam membangun sistem pendidikan usia dini yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak di era digital saat ini. (HS/RED)

 

Penulis artikel : Benies Husaeni

Keyword:

Pendidikan Anak Usia Dini,PAUD,HIMPAUDI,Parenting,Bahaya Gadget

Share: