10 Mar 2026
WIB
Berita Pemerintahan

KOTA SERANG, - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui teknologi informasi. Salah satu upaya tersebut adalah dengan meluncurkan aplikasi Serang Digital, sebuah platform yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan dan informasi pemerintahan secara cepat, mudah, dan transparan.

Aplikasi Serang Digital merupakan bagian dari transformasi digital yang dilakukan Pemkot Serang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi penting terkait layanan publik, pengaduan masyarakat, hingga akses terhadap program-program pemerintah daerah.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang, Herry Suswanto, menuturkan bahwa Serang Digital merupakan salah satu program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Budi-Agis, dalam mengoptimalkan pelayanan publik yang semakin baik dan transparan.

"Program ini sejalan dengan era sekarang, yaitu society 5.0, dimana teknologi digital (AI, IoT) bukan lagi hanya digunakan untuk industri (4.0), melainkan diintegrasikan untuk menyelesaikan masalah sosial dan meningkatkan kualitas hidup manusia," jelas Herry.

Dikatakan beliau kehadiran aplikasi Serang Digital diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Dengan sistem berbasis digital, masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pemerintahan untuk mendapatkan informasi maupun menyampaikan aspirasi dan laporan.

"Pemerintah Kota Serang mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Serang Digital sebagai sarana mendapatkan informasi resmi serta berbagai layanan yang telah disediakan oleh pemerintah daerah," ajak Herry.

"Dengan semakin optimalnya penggunaan layanan digital, diharapkan pelayanan publik di Kota Serang dapat terus meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," imbuhnya
[16.43, 10/3/2026] Diskominfo Mas Husain: Serang Digitalisasi Keuangan: Integrasi Nontunai Tanpa Celah, Keamanan Data Prioritas Utama

Kota Serang, Banten - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Badan Pendapat Daerah (Bapenda) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Semester 1 Tahun 2026 di Hotel Wisata Baru, Selasa (10/2). Dengan tema "Transaksi Digital Menuju Ekosistem Keuangan Daerah Mandiri", acara ini menjadi momentum krusial di mana Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memberikan instruksi tegas untuk percepatan transformasi digital keuangan dan menargetkan lonjakan peringkat nasional tahun ini.

Budi Rustandi menekankan bahwa integrasi sistem yang sempurna dan keamanan data masyarakat adalah fondasi utama tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya yang memiliki fungsi pendapatan, untuk segera menuntaskan integrasi sistem pembayaran nontunai, memperluas kanal pembayaran hingga ke platform e-commerce, serta memastikan keamanan infrastruktur teknologi informasi dari ancaman cyber.

"Integrasi tanpa celah adalah kunci efisiensi dan transparansi. Saya instruksikan seluruh OPD segera menuntaskan integrasi sistem pembayaran nontunai. Jika masyarakat bisa membayar belanjaan digital dengan mudah, maka membayar BPB atau layanan kependudukan pun harus semudah itu," tegas Budi Rustandi.

Wali Kota juga menyoroti aspek kepercayaan publik khususnya dalam pelayanan transaksi secara digital.

 "Seiring meningkatnya transaksi digital, kita wajib menjamin keamanan data warga. Infrastruktur IT kita harus kuat dan tangguh terhadap ancaman cyber," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Serang, W. Hari Pamungkas, memaparkan bahwa pertemuan ini juga menjadi momen evaluasi kinerja tahun 2025. Tahun lalu, Kota Serang berhasil menduduki peringkat ke-20 nasional dalam indeks elektronifikasi dengan nilai 73,8. Namun, target tahun 2026 jauh lebih ambisius: masuk ke jajaran 10 besar nasional.

"Target kita tahun ini masuk 10 besar. Untuk itu, seluruh OPD harus menghilangkan ego sektoral dan bersinergi, melibatkan perbankan dan Bank Indonesia agar ekosistem keuangan digital kita benar-benar terbangun utuh," ujar Hari Pamungkas.

"Dengan komitmen ini, Pemkot Serang berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat dan kemandirian fiskal, serta memastikan pengelolaan keuangan daerah yang bersih, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga," imbuhnya

Sebelumnya, Kabid Perencanaan, Penyuluhan, dan Pengendalian Bapenda, Siti Nurfitriawati, dalam laporannya menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan instrumen vital untuk mencegah kebocoran pendapatan, meningkatkan akurasi data, dan memudahkan masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan.
 
"Digitalisasi adalah kunci efisiensi dan transparansi. Kami berkomitmen memperkuat integrasi sistem pembayaran agar setiap rupiah pendapatan daerah tercatat elektronik dan masuk ke kas daerah secara real time," kata Siti.
 
HLM ini, kata dia dihadiri oleh tokoh kunci di bidang keuangan dan perbankan, antara lain Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemenag, Dr. Teguh Narutomo, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Agus Suwiran, serta Direktur Utama Bank Banten. Dalam diskusi, mereka mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, seperti digitalisasi retribusi pasar dan parkir, optimalisasi kanal pembayaran, hingga integrasi virtual akun di layanan kesehatan seluruh Puskesmas.
 
"Pemkot Serang berharap seluruh OPD memiliki komitmen yang sama untuk mengalihkan seluruh transaksi penerimaan tunai menjadi nontunai mulai Semester 2 2026," harapnya (HS/RED)

Penulis : Benies Husaeni

Keyword:

kota serang,smart city serang,Diskominfo Kota Serang

Share: