KOTA SERANG,- Banjir yang melanda Kecamatan Kasemen, Kota Serang telah mengakibatkan 8 kelurahan terdampak dengan hampir 5.700 Kepala Keluarga (KK) terkena pengaruhnya. Kelurahan Kasunyatan dan Kelurahan Banten merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak.
 Informasi tersebut disampaikan Camat Kasemen, Sugiri, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir dan Rumah Roboh di Ruang Aula Lantai 1 Setda Kota Serang, Senin (5/1).
 "Banjir di Kota Serang telah berdampak pada 5.700 KK di 8 kelurahan. Kelurahan Kesunyatan dan Banten merupakan daerah yang paling parah terdampak," ujarnya.
 Menurut Sugiri, penyebab banjir antara lain akibat sedimentasi dan penyempitan di beberapa sungai besar, yaitu Sungai Ciwaka, Sungai Padek, dan Sungai Pecinan. Selain itu, lanjut dia adanya bangunan liar di daerah aliran sungai juga menjadi faktor penyumbang.
 "Kami akan melakukan normalisasi sungai-sungai tersebut untuk mengatasi banjir," jelasnya.
 Selain langkah normalisasi sungai, ungkap Sugiri, Wali Kota Serang, Budi Rustandi telah memberikan instruksi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin untuk melakukan pendampingan bersama Kejaksaan dalam memvalidasi kepemilikan dokumen warga yang tinggal di daerah aliran sungai.
"Jika memang betul memiliki dokumen, maka kami akan melakukan penanganan lebih lanjut," ucap Sugiri.Â
Ia berharap pada penanganan banjir ini kedepannya dapat dilakukan secara total dan terintegrasi untuk mengantisipasi terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. (HS/RED)
Keyword:
Banjir Kota Serang,Kecamatan Kasemen,5.700 KK Terdampak,Kelurahan Kasunyatan,Kelurahan Banten
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG