
Serang, – Pawai dan/atau kirab budaya yang digelar sebagai pembuka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Serang menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali budaya lokal Kota Serang. Salah satunya adalah 'Pepetan wewe'.
kesenian ini adalah khas dari Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Dalam wawancaranya, Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menjelaskan bahwa pepetan wewe sengaja dijadikan tema pada pawai budaya tahun ini. Karena, menurutnya memiliki nilai historis bagi masyarakat Kota Serang.
“Memang kita ingin mengenalkan pepetan wewe. Jadi sengaja kita tonjolkan di pawai budaya, karena pepetan wewe ini punya sejarah yang panjang,” kata Agis
pertunjukan budaya lokal ini, lanjut agis juga memiliki dampak positif, terutama dalam membuka peluang ekonomi bagi para seniman pepetan wewe.
“Alhamdulillah dengan adanya pepetan wewe, para pelaku seni dan budaya jadi banyak orderan untuk pawai budaya, terutama di Walantaka,” jelasnya.
Pemkot Serang, lanjut Agis, akan terus menggandeng seniman dan budayawan lokal untuk menghidupkan kembali berbagai kesenian yang ada.
“Biar Kota Serang tidak kering (kehilangan budaya asli). Kita ingin seni budaya ini menjadi fondasi pembangunan. Dan pepetan wewe bisa jadi identitas Kota Serang di masa depan,” pungkasnya. (HS&SNG/RED)
Penulis artikel : Benies Husaeni & Salima Nurul Ghaniyya
Share:
Categories
More News





