KOTA SERANG – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menerima piagam penghargaan dari Harian Banten Raya dengan predikat “Kepala Daerah Tergokil di Provinsi Banten.” Penghargaan dengan sebutan unik ini menjadi sorotan sekaligus momentum untuk melihat berbagai upaya pembenahan dan pembangunan yang tengah berjalan di Ibu Kota Provinsi Banten.
Predikat tersebut memberikan warna tersendiri dalam perjalanan kepemimpinan Budi Rustandi. Di tengah dinamika pemerintahan dan beragam tantangan pembangunan perkotaan, Kota Serang terus berbenah melalui penataan kawasan, revitalisasi ruang publik, serta pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Sejumlah program pembangunan yang menjadi perhatian di antaranya revitalisasi Alun-Alun Kota Serang, penataan kawasan Royal Baru, pembangunan pedestrian di Jalan Diponegoro, hingga pembenahan Jalan Juhdi.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menata wajah kota agar semakin tertib, nyaman, dan representatif. Lebih dari sekadar mempercantik kawasan perkotaan, pembangunan ini diharapkan dapat menghadirkan ruang publik yang lebih fungsional, mendukung mobilitas warga, serta membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembangunan perkotaan tidak cukup hanya dilihat dari perubahan fisik. Kualitas pembangunan juga perlu diukur dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Revitalisasi ruang publik, misalnya, diharapkan mampu menciptakan ruang interaksi yang nyaman bagi warga. Sementara itu, penataan kawasan perdagangan dan pembangunan jalur pedestrian perlu didukung dengan aspek keamanan, aksesibilitas, kebersihan, serta pemeliharaan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, setiap program pembangunan di Kota Serang diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan visual, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Penghargaan yang diterima Budi Rustandi dari Harian Banten Raya dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat tersebut. Apresiasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan kota membutuhkan kesinambungan program, keterlibatan masyarakat, serta evaluasi agar hasilnya semakin optimal.
Di bawah kepemimpinan Budi Rustandi, berbagai agenda penataan kota menjadi bagian dari upaya mendorong Kota Serang agar semakin berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan aktivitas masyarakat di Provinsi Banten.
Tantangan ke depan tidak hanya terletak pada penyelesaian proyek infrastruktur, tetapi juga pada bagaimana memastikan fasilitas yang dibangun dapat digunakan secara optimal, dirawat dengan baik, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. Sinergi tersebut diperlukan agar penataan kota dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan warga.
Sejalan dengan semangat “Membangun Kota Serang dengan Hati, Maju Kotanya, Sejahtera Warganya,” pembangunan diharapkan terus bergerak dengan mengedepankan kebutuhan masyarakat, pemerataan manfaat, serta tata kelola pemerintahan yang responsif.
Predikat “Kepala Daerah Tergokil” dari Harian Banten Raya memang memiliki sebutan yang tidak biasa. Namun, di balik penghargaan tersebut, pekerjaan pembangunan tetap membutuhkan konsistensi, keterbukaan terhadap masukan, dan hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Bagi Kota Serang, capaian dan apresiasi semacam ini diharapkan menjadi penyemangat untuk terus berbenah. Sebab, ukuran penting kemajuan sebuah kota bukan hanya pada penghargaan yang diterima, melainkan juga pada kualitas ruang publik, kemudahan akses, pelayanan yang semakin baik, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Kota Serang Berbudi, Kota Serang Meledog!
Semangat membangun Kota Serang perlu terus dijaga melalui kerja nyata, kolaborasi, dan komitmen bersama untuk menghadirkan kota yang semakin tertata, nyaman, dan membanggakan bagi seluruh warganya. ( HS/ RED )
Penulis : Benies Husaeni