KOTA SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopumkperindag) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rantai Pasok dan Peta Jalan Ekosistem Kolaboratif UMKM dan IKM Kota Serang di Hotel Horison TC UPI Serang, Jalan Ki Masjong No. 2, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Rabu (16/9).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memetakan berbagai persoalan sekaligus merumuskan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan industri kecil menengah di Kota Serang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, mengatakan Pemkot Serang mengapresiasi pelaksanaan FGD tersebut. Menurutnya, forum itu penting untuk menghimpun gagasan dari berbagai pihak sebagai bahan penyusunan peta jalan pengembangan UMKM dan IKM.
“Alhamdulillah, kita diprakarsai oleh Pak Kadis Perindagkop, Pak Haji Wahyu. Hari ini kita melaksanakan Focus Group Discussion rantai pasok dan peta jalan ekosistem kolaboratif UMKM dan IKM Kota Serang,” ujar Nanang usai membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, peta jalan yang disusun diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat menjadi dasar bagi lahirnya kebijakan Pemkot Serang dalam memperkuat sektor UMKM dan IKM.
Nanang menilai selama ini pelaku usaha, UMKM, IKM, dunia bisnis, maupun pemerintah masih cenderung berjalan pada jalurnya masing-masing. Karena itu, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi salah satu kunci agar berbagai persoalan dalam rantai usaha dapat ditangani secara lebih terpadu.
“Kita ingin duduk bersama pada hari ini, menyumbangkan partisipasi dan pikiran kita. Nanti kita buat peta jalan dan di ujungnya dibuat semacam satu kebijakan yang dilakukan oleh Pak Wali Kota melalui hasil rapat pada hari ini,” katanya.
Menurut Nanang, penguatan UMKM dan IKM tidak dapat dilakukan hanya dengan satu pendekatan. Berbagai mata rantai usaha, mulai dari ketersediaan bahan baku, proses produksi, legalitas, pemasaran hingga akses pembiayaan perlu mendapatkan perhatian secara menyeluruh.
“Kita ingin seluruh pikiran kita dicurahkan bagaimana mata rantai ini, mulai dari kesiapan bahan baku, produksi, legalitas, marketing, sampai pembiayaan, bisa terpecahkan pada forum hari ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkot Serang ingin pelaku UMKM dan IKM mampu berkembang secara berkelanjutan serta memiliki daya saing yang lebih luas. Produk lokal diharapkan tidak hanya dikenal di Kota Serang, tetapi juga mampu menembus pasar Provinsi Banten hingga tingkat nasional.
“Kita ingin pelaku UMKM dan IKM di Kota Serang berkembang dengan baik dan dikenal, baik di Kota Serang maupun di Provinsi Banten dan umumnya di Indonesia. Sehingga pelaku UMKM dan IKM kita mampu berkompetisi pada level regional maupun nasional,” tutur Nanang.
Lebih lanjut, Nanang menyebut forum tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan kendala yang dihadapi para pelaku usaha.
Menurutnya, aspirasi tersebut penting agar program pembinaan yang dilakukan pemerintah benar-benar sesuai dengan persoalan di lapangan. Berbagai hambatan, seperti perizinan, pelabelan produk, ketersediaan bahan baku maupun pembiayaan, perlu dipetakan secara jelas.
“Yang paling penting bagi pemerintah daerah hari ini adalah mendengarkan para pelaku usaha. Apa yang mereka kehendaki, kemudian apa kira-kira hambatannya. Dari sisi perizinan, label, pasokan bahan baku atau lainnya. Nanti pemerintah daerah harus hadir di situ,” jelasnya.
Kehadiran pemerintah, lanjut Nanang, bukan sekadar dalam bentuk pembinaan, tetapi juga memberikan pendampingan atau guidance sesuai kebutuhan pelaku UMKM dan IKM yang teridentifikasi melalui forum tersebut.
Ia berharap hasil FGD dapat menjadi pijakan untuk membangun ekosistem UMKM dan IKM yang lebih terintegrasi. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dunia bisnis, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya, berbagai kendala dalam rantai pasok dapat ditangani secara lebih terarah.
“Melakukan pembinaan, melakukan guidance sesuai dengan aspirasi pada hari ini,” pungkasnya. ( HS/RED )
Penulis : Benies Husaeni