KOTA SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya meningkatkan taraf hidup pekerja sektor informal melalui modernisasi transportasi yang inklusif dan ramah lingkungan.
Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pelaksanaan pelatihan teknis bagi 200 calon pengemudi becak listrik, Senin (26/10/2026) di Kantor Kelurahan Banjarsari, Cipocok Jaya.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional armada sekaligus memberikan edukasi kelistrikan dasar kepada para penerima manfaat, agar armada dapat dirawat dan dioperasikan secara aman.
Wali Kota Budi menyampaikan, bantuan armada ramah lingkungan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengangkat derajat ekonomi masyarakat kecil. Ia pun menyampaikan apresiasi atas intervensi strategis dari Presiden Prabowo Subianto.
"Ini adalah program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyejahterakan rakyatnya," ujar Budi Rustandi.
"Semoga armada ini bisa bermanfaat dan mampu menaikkan taraf ekonomi warga yang selama ini berprofesi sebagai pengemudi becak," tambahnya.
Budi menjelaskan, program bantuan ini dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat dalam mencari nafkah. Jika sebelumnya pengemudi harus menguras tenaga mengayuh becak manual, kini dengan tenaga baterai, pekerjaan menjadi jauh lebih efisien dan tidak melelahkan.
Guna memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan, Pemkot Serang akan memberikan pembinaan khusus dan mewajibkan seluruh penerima manfaat menandatangani pakta integritas sebagai komitmen untuk merawat dan tidak memindahtangankan unit kepada pihak lain.
"Nanti ketika tahapan pelatihan dan verifikasi ini selesai, saya akan datang langsung untuk menyerahkan unitnya kepada masyarakat penerima manfaat," tegas Budi.
Rencananya, operasional 200 unit kendaraan bertenaga baterai ini akan dipusatkan di berbagai kawasan wisata strategis dan kompleks perumahan di Kota Serang.
Kehadiran becak listrik ini dinilai sebagai solusi strategis yang mampu menekan emisi gas buang, mewujudkan transisi energi hijau di sektor transportasi publik, tanpa harus menghilangkan budaya transportasi lokal yang telah menjadi ciri khas masyarakat Kota Serang. ( HS/RED )
Penulis : Benies Husaeni