Masjid At-Tsauroh Akan Menjadi Ikon Kota Serang

Masjid At-Tsauroh Akan Menjadi Ikon Kota Serang

Masjid At-Tsauroh Akan Menjadi Ikon Kota Serang

Serang, 06/02/2020 -- Rapat yang berlangsung di Aula Sekda, yang di hadiri oleh Walikota Serang beserta Wakil, Syafrudin dan Subadri, anggota Komisi 2, Rizky, ketua yayasan Masjid Ats-Tsauroh, Pandji Tirtayasa, Ketua MUI, KH. Mahmudi, kepala OPD, Organisasi Islam, tokoh Agama dan tokoh Masyarakat.

Rapat tersebut membahas tentang penetapan status Masjid Agung Ats-Tsauroh, yang di mana status tanah tersebut adalah tanah wakaf seluas 2,6 hektar yang tidak bisa menjadi hak milik pemerintah kabupaten atau kota. Dapat kita ketahui sejarah awal Masjid Agung Ats-Tsauroh Serang (dulu disebut Masjid Pegantungan) mulai didirikan oleh masyarakat sekitar. Dan mulai dibangun oleh Rd. Tumenggung Basudin Tjondronegoro (1870 - 1888 M) mantan Bupati Pandeglang dan Bupati Serang mewakafkan tanah yang ditempati sekarang oleh Masjid seluas ± 2,6 Ha.

Awalnya dibangun hanya Masjid tanpa menara. Selanjutnya telah mengalami beberapa kali renovasi. Tahun 1930 Tb. Nurdin menata Masjid seperti Masjid Kesultanan Banten tetapi tanpa menara. Dan pada tahun 1956 Bapak Ayif Usman, KH. Sochari, dll, menyempurnakan bangunan dengan mendirikan menara.

Pada tahun 1968 masa Bupati Letkol H. Suwandi, Masjid itu diberi nama Masjid Ats- Tsauroh yang berarti Masjid Perjuangan, pada tahun 1974 bangunan Masjid dirubah. Pembangunan itu di pimpin oleh Ayif Usman dan dikerjakan oleh H. Mulya Syarif.

Menurut pandangan para Ulama, tentang ketetapan aset Masjid At-Tsauroh memang harus tanah wakaf, akan tetapi untuk pembangunannya pemerintah Kota Serang boleh menganggarkan untuk pembangunan serta kemakmuran Masjid Agung  tersebut. Para ulama yang hadir dalam rapat tersebut berharap, Pemkot Serang bisa membangun dan mengembalikan fungsi Masjid serta menata seluruh bagian dari halaman dan kekumuhan di sekitaran masjid, agar masjid Agung tersebut bisa terlihat bersih dan megah.

 

masjid agung

 

Dalam rencana pembangunan masjid Agung pemerintah kota Serang akan membangun serta melakukan peremajaan terhadap bangunan masjid serta lingkungannya pada tahun 2021 nanti dan dalam waktu dekat ini pemerintah kota Serang akan merelokasi Islamic Center. Seluas 2,6 hektar seluas 1,7 hektar sudah mengalami pembangunan, dan sisanya 9000m masih di isi oleh masyarakat yang akan dipertimbangkan untuk dilakukan relokasi.

Dalam pertimbangan rapat tersebut para ulama bersepakat untuk tidak membangun lagi masjid baru yang direncanakan akan dibangun di Alun-alun kota Serang, tapi cukup memperbaiki dan memakmurkan masjid yang sudah ada dan para Ulama juga Sepakat untuk menjadikan Masjid At-Tsauroh menjadi Masjid Agung Kota Serang dan menjadikannya ikon kota Serang karena sebelumnya kota Serang diklaim tidak memiliki ikon apapun, Syafrudin juga menilai kenapa harus masjid At-Tsauroh karena akses yang dekat dan strategis, sehingga masyarakat juga tidak ada kesulitan untuk masuk kedalamnya "karena dekat jadi masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan keagamaan jadi bisa dengan mudah ketempat itu" ujar Syafrudin yang akrab dengan panggilan Kang Syaf. (TY)