Kota Serang akan Mempunyai Mobil Laboratorium Lingkungan

Kota Serang akan Mempunyai Mobil Laboratorium Lingkungan

Kota Serang akan Mempunyai Mobil Laboratorium Lingkungan

Serang, rabu 2/10. Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) mengadakan pertemuan sinergi peran laboratorium yang dihadiri oleh Gubernur Banten, Walikota Serang dan Anggota DPRD komisi 2&4, di hotel Le Dian, Kota Serang.

Provinsi banten sangat strategis secara geografis, banyaknya pabrik di wilayah provinsi banten menyebabkan degradasi lingkungan, dan banten mengalami pencemaran lingkungkan yang cukup mengkhawatirkan.

“Ada tiga partikel yang mengalami pencemaran di Provinsi Banten, yaitu Pencemaran udara, air dan kepadatan” Ujar Herman Hermawan, selaku Kepala Pusat Litbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL).

Menurutnya, jumlah industri di Provinsi Banten cukup banyak, mulai dari industri berat, menengah dan ringan yang menyebabkan tingkat pencemaran di Provinsi Banten mengkhawatirkan salah satunya daerah Cilegon dan Kabupaten Serang yang menjadi titik pencemaran yang mengkhawatirkan.

“Serang, sebagai ibu kota provinsi, hukumnya wajib mempunyai mobil laboratorium. Agar bisa mengetahui suatu daerah tercemar atau tidak, kita harus memiliki data yang konkrit menurut hasil uji laboratorium,”ujarnya.

karena hal tersebut, Desember nanti pihaknya akan memberikan satu unit mobil laboratorium untuk mengecek tiga partikel pencemaran yang ada di Banten.
Herman mengatakan, bahwa mobil laboratorium ini belum bisa diserahkan kepada DLHK Provinsi Banten maupun DLH Kota Serang. Karena tidak memiliki sarana dan prasana untuk penyimpanan mobil lab yang layak. Maka sementera ini mobil laboratorium dititipikan di Serpong.

“Kegunaan mobil laboratorium adalah sebagai quick response dalam penanganan pencemaran lingkungan, agar pencemaran di Banten tidak terjadi lama”. Tandasnya

Menanggapi masalah pencemaran lingkungan, Walikota Serang Syafrudin, mengatakan bahwa kota serang terkena dampak pencemaran lingkungan.
“Dengan adanya mobil laboratorium ini, diharapkan Kota Serang yang terkena dampak pencemaran lingkungan, bisa ditanggulangi dengan baik. Sehingga Kota Serang terbebas dari pencemaran air, udara dan kepadatan.” tutupnya. (Nurul)