Oktober 23, 2014

Budidaya Jamur Tiram di Desa Lebakwangi Kecamatan Walantaka

Jamur tiram kini sudah tidak asing lagi. Sudah banyak yang mengonsumsinya sebagai makanan. Rasanya yang lezat setelah diolah, menempatkan jamur ini menjadi makanan yang cukup digemari. Melihat peluang ini, Minah (53), warga Desa Lebakwangi, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, sejak setahun lalu membudidayakan dan mengembangkan jamur tiram. Kini, Menekuni usaha budidaya jamur tiram cukup menjanjikan keuntungan karena peminatnya yang cukup banyak.

“Hasil budidaya jamur tiram pemasarannya tidak sulit karena peminatnya cukup banyak, tidak hanya kalangan masyarakat umum tetapi juga pengusaha rumah makan,” kata Minah.

“Sekarang ini omzet penjualan jamur tiram masih pada kisaran 25 hingga 30 kilogram per hari, karena budidayanya belum dikelola secara besar-besaran,” katanya. Ia menambahkan, selain khusus melakukan usaha budidaya jamur tiram yang telah ditekuni sejak beberapa tahun lalu, pihaknya juga menyediakan bibit jamur.

Kepala Desa Lebakwangi, Sanjani, menuturkan, Budidaya jamur tiram di desanya kebanyakan masih dikelola sebagai usaha keluarga, belum mempekerjakan pihak lain, sehingga hasilnya masih terbatas. Ia mengaku ada keinginan mengembangkan secara besar-besaran, tetapi masih terbentur masalah keterbatasan modal usaha.

Menurutnya, kalau ada pihak yang membantu modal usaha, budidaya jamur tiram ini akan berkembang pesat, karena peminatnya cukup banyak dan sudah dikenal di kalangan masyarakat luas. Selain itu, harga jual jamur tiram terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah, yakni pada berkisar Rp25.000-Rp30.000 per kilogram.

Kelebihan budi daya jamur tiram sebagai peluang usaha budi daya jamur tiram sangatlah menjanjikan. Kaya akan gizi dan manfaat, menyebabkan jamur ini selalu dicari orang. Permintaan pasar jamur tiram terus meningkat setiap tahun. Budi daya cukup mudah dilakukan. Bahkan, oleh pemula atau orang awam sekalipun, murah, serta bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan.(Rif)